Natasha Beresford Menang
Kontes kecantikan umumnya menjadi panggung untuk menampilkan penampilan terbaik melalui riasan, busana elegan, hingga tata rambut yang dirancang sedemikian rupa. Namun, sebuah kompetisi di Inggris justru menerapkan aturan yang berlawanan: peserta tidak diperbolehkan menggunakan makeup.
Konsep tersebut diterapkan dalam ajang Miss London & South East 2023. Sebanyak 19 perempuan mengikuti kompetisi dengan menampilkan wajah alami tanpa kosmetik, filter digital, maupun manipulasi foto.
Alih-alih berlomba menciptakan penampilan sempurna, para peserta diminta menunjukkan karakter wajah mereka sebagaimana adanya. Noda, garis wajah, maupun sejumlah ciri fisik yang biasanya ditutupi dengan riasan tetap dibiarkan terlihat.
Gagasan tersebut merupakan bagian dari gerakan “Bare Face” yang diperkenalkan dalam rangkaian Miss England sejak 2019. Penyelenggara mengusung konsep itu sebagai respons terhadap perubahan standar kecantikan yang semakin kuat dipengaruhi media sosial.
Filter wajah dan aplikasi penyuntingan foto membuat tampilan seseorang di dunia maya dapat terlihat jauh berbeda dari kondisi sebenarnya. Situasi tersebut dinilai berpotensi membentuk standar kecantikan yang tidak realistis, terutama bagi perempuan muda.
Melalui kompetisi tanpa makeup, penyelenggara berusaha menawarkan perspektif lain bahwa kecantikan tidak harus selalu dikaitkan dengan wajah tanpa cela. Peserta justru didorong untuk membangun kepercayaan diri melalui penerimaan terhadap penampilan alami.
Salah satu peserta yang berhasil mencuri perhatian dalam ajang tersebut adalah Natasha Beresford, seorang perawat gigi yang kemudian keluar sebagai pemenang.
Kemenangan Natasha menjadi salah satu gambaran bahwa kontes kecantikan tetap dapat memberikan ruang bagi perempuan untuk tampil tanpa harus mengandalkan kosmetik maupun teknologi digital.
Meski demikian, konsep tersebut bukan berarti menempatkan makeup sebagai sesuatu yang negatif. Riasan tetap dapat digunakan sebagai bentuk kreativitas, ekspresi pribadi, maupun pilihan dalam berpenampilan.
Pesan utama kompetisi tersebut adalah memberikan alternatif bagi perempuan yang ingin merasa nyaman dengan wajah alaminya. Dengan demikian, peserta tidak hanya dinilai dari tampilan fisik, tetapi juga keberanian untuk menunjukkan diri secara apa adanya.
Konsep bare face ini sekaligus memperlihatkan bagaimana ajang kecantikan mulai menghadirkan definisi yang lebih luas mengenai kecantikan. Kepercayaan diri, penerimaan diri, dan keberanian tampil tanpa penyamaran menjadi bagian penting dari pesan yang ingin disampaikan.
Di tengah kuatnya budaya visual di media sosial, pendekatan tersebut menjadi pengingat bahwa tidak semua penampilan harus terlihat sempurna. Wajah alami pun memiliki karakter dan nilai tersendiri tanpa harus disesuaikan dengan standar yang dibentuk filter maupun aplikasi digital.




