BMKG Ungkap Penyebab Gempa M5,3 yang Guncang Cilacap
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,3 mengguncang wilayah selatan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, pada Jumat (5/9/2026) siang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa terjadi pada pukul 12.05.02 WIB dengan kedalaman 69 kilometer.
“Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8,27 derajat Lintang Selatan dan 109,02 derajat Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut 59 kilometer selatan Kota Cilacap, Jawa Tengah,” ujar Wijayanto dalam keterangannya, Jumat siang.
Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat di wilayah terdampak juga diimbau tetap tenang dan tidak panik.
Wijayanto menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa M5,3 tersebut termasuk kategori gempa bumi menengah.
Gempa terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang bergerak menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Sementara berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.
Guncangan Terasa di Sejumlah Wilayah
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Barat hingga Jawa Timur.
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan atau shakemap serta laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI) di Bantul, Cilacap, Kebumen, Purwokerto dan Kulonprogo.
Pada skala III MMI, getaran gempa dapat dirasakan secara nyata di dalam rumah. Guncangan juga dapat dirasakan seperti getaran akibat kendaraan berat atau truk yang melintas.
Sementara itu, masyarakat di Pangandaran, Jawa Barat, merasakan guncangan dengan intensitas II-III MMI. Gempa juga dirasakan di Pacitan, Sleman dan Wonogiri dengan intensitas II MMI.
Hingga pukul 12.40.02 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.
“BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat,” kata Wijayanto.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Warga juga diminta memastikan informasi mengenai gempa bumi maupun tsunami hanya berasal dari kanal resmi BMKG.
Selain itu, masyarakat diminta menjauhi bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan. Langkah tersebut penting dilakukan untuk menghindari risiko bangunan roboh maupun bahaya lainnya.
BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah tersebut terus dilakukan dan informasi terbaru akan disampaikan apabila terdapat perkembangan signifikan.


![[FOTO] Aturan Terbaru Sisa Kuota Internet 5 o MG 3432mnh](https://terkenal.co.id/wp-content/uploads/2026/09/o_MG_3432mnh-80x80.jpg)

