Gugat Cerai Raisya
Muhammad Zidan akhirnya menjelaskan alasan dirinya mengajukan cerai talak terhadap aktris Raisya Bawazier. Setelah menjalani pernikahan selama kurang lebih delapan bulan, Zidan menyebut ketidakcocokan dan perbedaan pandangan menjadi faktor utama yang membuat rumah tangga mereka sulit dipertahankan.
Pernyataan tersebut disampaikan Zidan usai menghadiri proses persidangan perceraian di Pengadilan Agama Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).
Zidan mengatakan, keretakan rumah tangganya dengan Raisya tidak dipicu oleh satu persoalan tertentu. Menurut dia, perbedaan pendapat sudah dirasakan sejak awal menjalani kehidupan sebagai pasangan suami istri.
“Ya karena nggak cocok aja, perbedaan pendapat dari awal,” ujar Zidan.
Ia kemudian mengungkapkan bahwa perbedaan latar belakang turut memengaruhi pola pikir dan cara keduanya menjalani kehidupan rumah tangga.
Zidan menyebut Raisya lebih terbiasa dengan kehidupan di Jakarta, sedangkan dirinya berasal dari daerah. Perbedaan lingkungan tersebut, kata dia, membuat keduanya memiliki cara pandang yang tidak selalu sejalan.
“Ya beda visi-misi mungkin ya. Kan Raisya biasa di Jakarta, saya biasa di daerah. Jadi mungkin beda apa ya pemikiranlah. Sudah sih itu aja,” jelasnya.
Meski demikian, Zidan tidak membeberkan secara rinci persoalan internal yang terjadi selama pernikahan. Ia memilih menegaskan bahwa ketidakcocokan dan perbedaan pandangan menjadi alasan dirinya mengambil keputusan untuk mengakhiri rumah tangga.
Zidan Berharap Raisya Menemukan Pasangan yang Lebih Baik
Di tengah proses perceraian yang masih berjalan, Zidan mengaku tetap berharap Raisya mendapatkan kehidupan yang lebih baik setelah perpisahan mereka.
Ia bahkan mendoakan agar Raisya kelak dapat menemukan pasangan yang lebih cocok dan mampu membuatnya bahagia.
“Lebih menyayangkan ke depannya, semoga dia bisa menemukan orang yang lebih baik lagi kalau selama ini saya dirasa kurang,” tutur Zidan.
Zidan juga mengungkapkan bahwa dirinya dan Raisya sudah tidak tinggal serumah. Menurutnya, keduanya telah berpisah tempat tinggal sejak beberapa waktu sebelum proses perceraian berlangsung di pengadilan.
“Kita sudah pisah rumah, sejak lama,” katanya.
Bantah Isu Perselingkuhan
Keputusan Zidan mengajukan cerai sebelumnya sempat diwarnai isu mengenai dugaan kehadiran orang ketiga dalam rumah tangga mereka.
Raisya diketahui sempat menyampaikan sejumlah persoalan rumah tangga yang kemudian memunculkan spekulasi mengenai dugaan adanya perempuan lain.
Namun, Zidan membantah tudingan tersebut. Ia meminta isu perselingkuhan tidak langsung dianggap sebagai fakta tanpa adanya bukti.
“(Isu selingkuh) Enggak lah, kan harus dibuktikan juga. Semuanya baik-baik kok,” ujar Zidan.
Dengan demikian, dugaan perselingkuhan tersebut masih sebatas isu dan bantahan dari masing-masing pihak. Belum ada putusan pengadilan yang menyatakan perselingkuhan sebagai penyebab perceraian keduanya.
Soal Nafkah, Zidan Klaim Punya Bukti
Persoalan lain yang sempat menjadi perhatian adalah mengenai nafkah selama keduanya menjalani rumah tangga.
Raisya sebelumnya menyampaikan bahwa dirinya tetap menerima nafkah, tetapi menyebut nominal yang diterima sekitar Rp10 juta per bulan dan masih terdapat sejumlah potongan.
Zidan memberikan keterangan berbeda. Ia mengaku memiliki bukti pemberian nafkah kepada Raisya dengan nominal yang menurutnya lebih dari Rp30 juta setiap bulan.
“Ada kok buktinya, selalu di atas Rp30 juta per bulannya,” ungkap Zidan.
Menurut Zidan, perbedaan kondisi ekonomi juga tidak terlepas dari latar belakang keduanya. Ia menyebut dirinya menjalankan usaha sebagai pelaku UMKM dari daerah sehingga memiliki kondisi ekonomi dan kultur kehidupan yang berbeda.
“Kalau soal nafkah kurang cukup, ya berarti memang secara culture dan pendapatan juga sudah beda, saya kan UMKM dari daerah,” ujarnya.
Pernikahan Berusia Sekitar Delapan Bulan
Raisya Bawazier dan Muhammad Zidan diketahui menikah pada Desember 2025. Namun, perjalanan rumah tangga keduanya berakhir dalam proses perceraian setelah kurang lebih delapan bulan menjalani pernikahan.
Zidan mengajukan permohonan cerai talak terhadap Raisya melalui Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Perkara tersebut kemudian memasuki tahap persidangan pada September 2026.
Pada Selasa (1/9/2026), Zidan hadir dalam agenda persidangan perdana perkara perceraian tersebut. Namun, berdasarkan laporan sejumlah media, persidangan belum berjalan secara substantif karena pihak termohon disebut belum menerima panggilan persidangan.
Hingga kini, proses perceraian masih berlangsung. Berbagai persoalan rumah tangga yang muncul ke publik juga berasal dari keterangan masing-masing pihak.
Zidan menyatakan keputusan mengajukan cerai didasari ketidakcocokan, perbedaan pendapat, serta perbedaan visi dan cara pandang dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
Sementara itu, Raisya sebelumnya juga telah menyampaikan versinya mengenai persoalan yang terjadi selama pernikahan. Karena perkara masih dalam proses hukum, berbagai tudingan maupun klaim terkait penyebab perceraian perlu ditempatkan sebagai keterangan masing-masing pihak sampai terdapat keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.




