Deddy Corbuzier Murka

Deddy Corbuzier

Deddy Corbuzier kembali menyampaikan kritik keras terhadap tayangan televisi. Kali ini, ia mempersoalkan penggunaan foto mendiang ibunya dalam sebuah program yang menurutnya dilakukan tanpa komunikasi maupun persetujuan dari pihak keluarga.

Keberatan tersebut disampaikan Deddy melalui media sosial pada Selasa (1/9/2026). Ia menyoroti tayangan Pagi-Pagi Ambyar yang menghadirkan istrinya, Sabrina Chairunnisa.

Dalam program tersebut, kehidupan pribadi Deddy turut menjadi bahan pembahasan, termasuk mengenai kepergian sang ibu. Foto mendiang ibunya juga ditampilkan dalam tayangan tersebut.

Hal itulah yang kemudian membuat Deddy bereaksi. Menurutnya, persoalan bukan mengenai pembahasan tentang sang ibu, melainkan keputusan menggunakan foto tanpa terlebih dahulu meminta izin kepada keluarga.

“Emang kebiasaan sih. Emang kebiasaan,” ujar Deddy.

Ia menegaskan bahwa dirinya merupakan anak dari mendiang ibunya dan masih hidup. Karena itu, Deddy merasa seharusnya pihak televisi dapat menghubungi keluarga sebelum menggunakan materi visual maupun mengangkat hal-hal yang bersifat personal.

“Lu taruh foto ibu gue di sana tanpa izin sama keluarganya. Anaknya masih hidup loh. Anaknya masih hidup,” tegasnya.

Deddy bahkan menyebut persoalan tersebut bukan kali pertama dirinya melihat konten televisi yang dinilai kurang mempertimbangkan komunikasi dengan keluarga.

Deddy Singgung Kasus Vidi Aldiano

Dalam unggahannya, Deddy kemudian membawa persoalan lain yang pernah menjadi sorotan, yakni terkait mendiang penyanyi Vidi Aldiano.

Deddy mengungkapkan bahwa dirinya pernah mempermasalahkan tindakan sebuah program yang menghadirkan seseorang untuk melakukan cosplay sebagai Vidi setelah penyanyi tersebut meninggal dunia.

Menurut Deddy, keputusan tersebut juga dilakukan tanpa adanya komunikasi terlebih dahulu dengan keluarga Vidi.

“Kemarin pada saat teman baik gue meninggal, Vidi Aldiano, lu undang orang cosplay jadi dia tanpa ada izin sama keluarganya,” katanya.

Ia mengklaim tindakan tersebut sempat memicu kemarahan publik. Sosok yang akan melakukan cosplay sebagai Vidi pada akhirnya disebut tidak jadi tampil.

Namun, Deddy menyoroti hal lain yang menurutnya lebih penting, yakni tidak adanya permintaan maaf ataupun proses verifikasi kepada pihak keluarga setelah polemik tersebut muncul.

“Satu Indonesia tuh marah. Udah terus nggak jadi lu undang. Tapi nggak ada minta maaf, nggak ada verifikasi,” ujarnya.

Bagi Deddy, persoalan tersebut bukan semata-mata soal materi hiburan, tetapi menyangkut etika ketika sebuah program membawa nama atau sosok orang yang telah meninggal dunia.

“Ya emang nggak punya etika aja,” ucapnya.

Kenang Sang Ibu

Kemarahan Deddy kali ini juga tidak terlepas dari kedekatan emosionalnya dengan sang ibu. Ia menggambarkan ibunya sebagai sosok yang memiliki peran besar dalam kehidupannya.

Deddy mengatakan banyak nasihat yang diberikan ibunya, termasuk pesan agar dirinya tidak mudah terbawa emosi dan kemarahan.

“Masalahnya adalah ibu gue tuh orang yang baik, luar biasa. Ngajarin gue tuh nggak boleh marah, nggak boleh emosi,” ungkapnya.

Namun, Deddy mengakui dirinya belum sepenuhnya mampu menjalankan nasihat tersebut.

“Tapi tidak pernah berhasil ngajarin gue begitu. Karena anaknya agak gila dan pendendam,” katanya dengan gaya khasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus memperlihatkan alasan emosional di balik sikap Deddy. Ia tidak mempersoalkan setiap pembahasan mengenai keluarganya, tetapi meminta agar hal yang menyangkut mendiang ibunya tetap dilakukan dengan mempertimbangkan perasaan dan posisi keluarga.

Minta Keluarga Dihormati

Deddy pada akhirnya menempatkan persoalan tersebut sebagai masalah etika dalam produksi konten. Menurutnya, popularitas seseorang tidak lantas membuat seluruh aspek kehidupan pribadi keluarganya dapat digunakan tanpa komunikasi.

Penggunaan foto, cerita pribadi, maupun materi yang berkaitan dengan anggota keluarga yang telah meninggal dinilai tetap membutuhkan kehati-hatian.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari pihak program Pagi-Pagi Ambyar mengenai kritik Deddy terkait penggunaan foto mendiang ibunya.

Polemik tersebut pun kembali membuka perdebatan mengenai batas antara kebutuhan konten televisi dengan hak keluarga untuk mendapatkan penghormatan, terutama ketika materi yang diangkat berkaitan dengan orang yang baru saja meninggal dunia.

Berita Lainnya

Vilmei Serahkan Kasus

Ardi Priana
0
vilmei bantah kasus pencurian rp12 miliar cuma setingan xhk Sedang

Sidang Raisya Digelar

Ardi Priana
0
6a96200ce3628 raisya bawazier gemini 1265 711 Sedang
0
audi marissa 1788251564709
Tutup