Survei SMRC: Gerindra Salip PDIP, Tapi Elektabilitas Prabowo Terus Menurun
Peta politik nasional kembali mengalami pergeseran. Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan Partai Gerindra berhasil menggeser PDI Perjuangan (PDIP) sebagai partai dengan elektabilitas tertinggi. Namun di saat yang sama, tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto justru mengalami penurunan signifikan.
Dalam simulasi pilihan partai apabila Pemilu digelar saat ini, Gerindra memperoleh elektabilitas sebesar 16,9 persen, mengungguli PDIP yang berada di angka 11,7 persen. Posisi berikutnya ditempati Partai Golkar dengan 9,6 persen, disusul Partai Demokrat 8,1 persen. Survei juga mencatat masih terdapat 25,9 persen responden yang belum menentukan pilihan politiknya.
Meski berada di posisi teratas, capaian Gerindra sebenarnya menunjukkan tren penurunan dibanding beberapa bulan sebelumnya. Pada survei Februari–Maret 2026, elektabilitas partai berlambang Garuda itu sempat mencapai 29,3 persen, namun turun menjadi 16,9 persen pada Juli 2026.
Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menilai penurunan tersebut diduga berkaitan dengan melemahnya penilaian publik terhadap sejumlah program prioritas pemerintah. Dua program yang paling banyak disorot ialah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).
“Hasil survei menunjukkan tingkat pengenalan masyarakat terhadap program KDMP cukup tinggi, yakni 76,9 persen. Namun, tingkat optimisme publik jauh lebih rendah. Sebanyak 61,1 persen responden justru menilai program tersebut kecil kemungkinan berhasil atau berkembang sesuai harapan,” bebernya.
Kondisi serupa juga terlihat pada program MBG. SMRC mencatat 61,6 persen responden mengaku kurang puas hingga tidak puas sama sekali terhadap pelaksanaan program tersebut.
Penurunan penilaian terhadap program-program pemerintah itu berjalan seiring dengan merosotnya tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Dalam survei SMRC bertajuk “Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden” yang dilakukan pada 5–19 Juli 2026, tingkat kepuasan publik terhadap Prabowo tercatat sebesar 51,1 persen.
Angka tersebut turun 30,1 poin persentase dibandingkan hasil survei November 2025 yang mencapai 81,2 persen, menjadi salah satu penurunan approval rating terbesar sejak awal masa pemerintahannya.
Menariknya, dalam simulasi terbuka mengenai calon presiden, muncul dinamika baru. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menempati posisi teratas dengan elektabilitas 35 persen, sementara Prabowo berada di posisi berikutnya dengan 14,5 persen.
Temuan SMRC menggambarkan adanya fenomena yang cukup unik dalam politik nasional. Di satu sisi, Gerindra masih menjadi partai dengan tingkat dukungan tertinggi dibanding partai lain. Namun di sisi lain, baik elektabilitas partai maupun tingkat kepuasan terhadap Presiden Prabowo sama-sama menunjukkan tren penurunan, sementara muncul figur-figur baru yang mulai memperoleh perhatian publik menjelang kontestasi politik berikutnya.


