Elektabilitas PSI Naik ke 4,1 Persen, Selisih Tipis dengan PKS dan NasDem
Peta persaingan partai politik menuju Pemilu 2029 mulai menunjukkan dinamika baru. Hasil Survei Nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) periode 5–19 Juli 2026 mencatat Partai Solidaritas Indonesia (PSI) semakin mendekati partai-partai yang saat ini memiliki kursi di DPR RI.
Dalam survei tersebut, elektabilitas PSI mencapai 4,1 persen, hanya terpaut 0,3 poin persentase dari PKS dan Partai NasDem yang sama-sama berada di angka 4,4 persen. Selisih yang semakin tipis itu menunjukkan persaingan di kelompok partai menengah mulai menghangat.
Capaian tersebut juga menjadi modal penting bagi PSI setelah berhasil menembus ambang empat persen. Meski belum menyamai partai-partai besar, posisi PSI kini dinilai semakin kompetitif dalam perebutan suara menjelang Pemilu 2029.
Peluang PSI dinilai masih terbuka lebar karena survei SMRC mencatat 25,9 persen responden belum menentukan pilihan atau tidak memberikan jawaban. Besarnya kelompok pemilih mengambang itu diperkirakan akan menjadi faktor penentu yang dapat mengubah peta persaingan hingga hari pemungutan suara.
Kenaikan elektabilitas PSI disebut tidak terjadi secara tiba-tiba. Dalam beberapa waktu terakhir, partai tersebut memperluas konsolidasi organisasi, memperkuat kepengurusan di daerah, serta meningkatkan aktivitas kader melalui berbagai program yang menyasar masyarakat.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep berulang kali meminta seluruh kader tidak terlena dengan hasil survei. Menurutnya, peningkatan dukungan hanya bisa dipertahankan melalui kerja nyata, konsolidasi organisasi, dan kedekatan dengan masyarakat.
Arah tersebut juga sejalan dengan pesan Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang mendorong PSI berkembang sebagai partai modern, terbuka, serta berorientasi pada pelayanan publik dan penyelesaian persoalan masyarakat.
Politisi senior PSI Rusdi Masse (RMS) menilai hasil survei SMRC menjadi penyemangat bagi kader untuk memperkuat kerja politik hingga ke tingkat akar rumput. Ia menyebut tren kenaikan elektabilitas merupakan hasil kerja kolektif yang terus dilakukan secara berjenjang.
Sementara itu, Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani mengingatkan bahwa peta dukungan terhadap partai politik masih sangat dinamis. Ia mencatat elektabilitas sejumlah partai mengalami perubahan dibandingkan periode sebelumnya.
“Elektabilitas PKB, PKS, NasDem, dan PAN berfluktuasi sejak Pemilu 2024, namun secara umum cenderung menurun,” ujar Deni.
Dengan hampir seperempat pemilih nasional masih belum menentukan pilihan, persaingan menuju Pemilu 2029 diperkirakan masih jauh dari kata final. Dalam situasi tersebut, peluang PSI untuk menyalip PKS maupun NasDem tetap terbuka, namun hal itu masih bergantung pada kemampuan partai mempertahankan tren kenaikan dukungan dan mengonversinya menjadi suara pada hari pemungutan suara.



