Pedagang Sebut Harga Ayam Turun Setelah MBG Libur

Penjual ayam di Pasar Kranggan Yogyakarta. (H. Husaini)

Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional Kota Yogyakarta mulai mengalami penurunan dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah pedagang menilai kondisi tersebut terjadi setelah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki masa libur, sehingga permintaan ayam dalam jumlah besar ikut berkurang.

Pantauan di Pasar Kranggan, Kamis (2/7/2026), menunjukkan harga ayam potong kini berada di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram. Sebelumnya, saat Program MBG masih berjalan, harga ayam sempat menyentuh Rp40.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang ayam, Selly (35), mengatakan penurunan harga mulai dirasakan setelah adanya pemberitahuan mengenai liburnya program tersebut.

“Kalau ada edaran libur MBG, harga ayam turun. Biasanya saat program berjalan bisa naik sekitar Rp2.000 per kilogram dan sempat mencapai Rp40.000 per kilogram,” ujarnya.

Menurut Selly, permintaan ayam untuk kebutuhan MBG sempat mendorong kenaikan harga di pasaran. Kondisi itu memang menguntungkan pemasok, tetapi di sisi lain membuat pedagang kecil dan masyarakat harus membeli dengan harga lebih mahal.

“Kalau pemerintah tetap membeli dalam jumlah besar berapa pun harganya, yang kasihan justru UMKM kecil dan masyarakat karena harga ikut naik,” katanya.

Meski demikian, ia memastikan pasokan ayam di pasar masih mencukupi. Dengan harga yang lebih rendah, keluhan pembeli juga mulai berkurang.

Pedagang lainnya, Atun (63), mengungkapkan harga ayam telah turun dari sekitar Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram dalam dua pekan terakhir. Namun, penurunan harga belum berdampak pada peningkatan penjualan.

“Biasanya saya bawa sekitar 70 kilogram dan habis. Sekarang masih tersisa sekitar tujuh kilogram sampai besok,” ujarnya.

Ia menilai saat harga ayam melonjak akibat tingginya permintaan, daya beli masyarakat justru menurun.

“Waktu ada MBG terasa sekali. Harga naik terus, pembeli jadi berkurang. Warung-warung yang biasanya beli setengah kilogram kadang sekarang tidak beli,” katanya.

Hal senada disampaikan pedagang lain, Sumarijem. Menurutnya, harga ayam memang sudah turun sejak sekitar satu bulan terakhir, tetapi jumlah pembeli belum kembali normal karena banyak konsumen memilih membeli dari pedagang di luar pasar yang menawarkan harga lebih murah.

Akibat kondisi tersebut, para pedagang terpaksa mengurangi stok harian agar tidak mengalami kerugian. Jika sebelumnya mampu membawa sekitar 20 ekor ayam per hari, kini jumlahnya dikurangi menjadi sekitar 10 ekor.

Para pedagang berharap daya beli masyarakat segera pulih sehingga penjualan kembali stabil seiring harga ayam yang kini lebih terjangkau.

Tutup