VIVA Hapus Artikel tentang Asisten Raffi Ahmad?

Asisten Raffi Ahmad.

Sejumlah artikel yang mengulas Mufli Budi Ananda, asisten pribadi Raffi Ahmad, dilaporkan tidak lagi dapat diakses melalui situs VIVA.co.id. Kondisi tersebut menjadi perhatian publik setelah beberapa tautan berita yang sebelumnya muncul di mesin pencarian Google mendadak menghilang.

Berdasarkan penelusuran pada Senin (29/6/2026), sejumlah link berita yang sebelumnya terindeks di Google kini sudah tidak lagi tersedia. Ketika diklik, tautan tersebut justru mengarahkan pembaca ke halaman galat atau error 404.

Halaman error 404 umumnya menandakan bahwa sebuah konten telah dipindahkan, dihapus, atau sudah tidak tersedia lagi di server situs yang bersangkutan.

Hilangnya artikel-artikel tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Sejumlah warganet mengaku kesulitan menemukan kembali pemberitaan yang sebelumnya sempat beredar dan mudah diakses melalui mesin pencarian.

Tak sedikit pula pengguna internet yang membagikan tangkapan layar hasil pencarian Google yang masih menampilkan judul artikel, namun tidak dapat dibuka karena seluruh tautannya berakhir di halaman error.

Fenomena tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari publik mengenai alasan di balik tidak tersedianya lagi sejumlah artikel yang membahas Mufli Budi Ananda.

Hingga berita ini ditulis, pihak VIVA.co.id belum menyampaikan keterangan resmi terkait penyebab artikel-artikel tersebut tidak lagi dapat diakses. Belum diketahui apakah kondisi tersebut merupakan bagian dari kebijakan editorial, proses pembaruan sistem, atau alasan teknis lainnya.

Karena belum adanya penjelasan resmi, berbagai spekulasi bermunculan di media sosial. Namun, belum ada informasi yang dapat memastikan penyebab hilangnya artikel-artikel tersebut.

Kasus ini juga kembali memunculkan diskusi mengenai pengelolaan arsip digital di media daring. Publik menilai keterbukaan informasi penting untuk menghindari munculnya berbagai asumsi yang belum terverifikasi.

Masyarakat kini menunggu penjelasan resmi dari pihak VIVA.co.id terkait status artikel-artikel tersebut. Klarifikasi diharapkan dapat memberikan kepastian sekaligus mencegah berkembangnya informasi yang berpotensi menyesatkan di ruang digital.

Tutup