Thariq dan Aaliyah Bantah
Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid memberikan klarifikasi setelah nama mereka ikut dikaitkan dalam penyidikan kasus dugaan penipuan perjalanan umrah yang melibatkan Hanania Group. Pasangan tersebut menegaskan bahwa keberangkatan mereka ke Tanah Suci tidak sepenuhnya ditanggung oleh pihak travel seperti yang ramai diperbincangkan.
Kuasa hukum Thariq, Sangun Ragahdo, menjelaskan bahwa komunikasi antara kliennya dan Hanania Group memang pernah terjalin sebelum keberangkatan umrah berlangsung. Namun, ia menepis anggapan bahwa Thariq langsung menerima tawaran kerja sama yang diajukan oleh pihak travel.
“Sejak awal pendekatan memang datang dari pihak Hanania. Akan tetapi, beberapa kali penawaran itu tidak langsung diterima karena belum sesuai dengan yang diinginkan,” kata Sangun.
Menurutnya, perjalanan ibadah tersebut tetap melibatkan pembayaran dari pihak Thariq. Bahkan, keluarga dan tim yang ikut dalam rombongan umrah tidak seluruhnya masuk dalam skema kerja sama promosi yang ditawarkan oleh Hanania Group.
“Klien kami tetap mengeluarkan biaya sendiri. Nilainya cukup besar, mencapai sekitar Rp160 juta lebih untuk kebutuhan keberangkatan rombongan,” ujarnya.
Sangun menambahkan bahwa bentuk kerja sama yang disepakati lebih mengarah pada aktivitas promosi di media sosial. Sebagai kompensasi, hanya beberapa orang yang mendapatkan fasilitas tertentu, sementara anggota rombongan lainnya tetap membayar biaya perjalanan secara mandiri.
“Yang memperoleh benefit hanya Thariq, Aaliyah, dan anak mereka. Di luar itu, seluruh biaya ditanggung sendiri dan tidak berkaitan dengan kerja sama promosi,” jelasnya.
Keterangan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah penyidikan kasus Hanania Group. Saat ini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak, termasuk publik figur yang pernah bekerja sama dengan biro perjalanan tersebut.
Sebelumnya, sejumlah influencer dan artis juga telah dimintai keterangan oleh penyidik. Mereka diperiksa untuk mendalami bentuk kerja sama promosi yang pernah dilakukan dengan Hanania Group sebelum kasus dugaan penggelapan dana umrah mencuat ke publik.




