Reshuffle Kabinet, Putra Sultan Brunei Dapat Pos Strategis

Putra Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, Pangeran Abdul Mateen ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu) negara.

Sultan Brunei Darussalam, Hassanal Bolkiah, melakukan perombakan kabinet pertamanya sejak 2022 dengan menunjuk putranya, Pangeran Abdul Mateen, sebagai Menteri Luar Negeri Brunei Darussalam.

Keputusan tersebut diumumkan di tengah berbagai tantangan yang dihadapi negara kaya minyak itu, termasuk tekanan akibat dinamika pasar energi global yang berdampak pada perekonomian nasional.

Selain menunjuk Abdul Mateen, Sultan Bolkiah juga mengangkat putra keduanya, Pangeran Abdul Malik, sebagai Menteri pada Kantor Perdana Menteri. Penunjukan tersebut menambah peran keluarga kerajaan dalam struktur pemerintahan Brunei.

Sementara itu, Putra Mahkota Al-Muhtadee Billah tetap mempertahankan jabatannya sebagai Menteri Senior pada Kantor Perdana Menteri, posisi yang telah diembannya dalam beberapa tahun terakhir.

Dalam pidato yang disiarkan televisi nasional, Sultan Hassanal Bolkiah menegaskan dirinya akan tetap memegang sejumlah jabatan strategis dalam pemerintahan. Ia masih menjabat sebagai Perdana Menteri, Menteri Pertahanan, dan Menteri Keuangan Brunei Darussalam.

Sultan menjelaskan bahwa keputusan menunjuk putra-putranya ke dalam kabinet telah melalui pertimbangan matang. Menurutnya, pengalaman serta keterlibatan mereka dalam berbagai urusan administrasi negara menjadi salah satu alasan utama penunjukan tersebut.

“Saya telah mempertimbangkan kecenderungan dan pengalaman awal mereka dalam sistem administrasi pemerintahan,” ujar Sultan Bolkiah dalam keterangannya.

Masuknya Pangeran Abdul Mateen ke dalam kabinet menjadi sorotan publik internasional. Selama ini, sosok Abdul Mateen dikenal luas sebagai anggota keluarga kerajaan Brunei yang aktif dalam kegiatan diplomasi, olahraga, serta berbagai agenda kenegaraan.

Perombakan kabinet ini juga dinilai sebagai langkah regenerasi kepemimpinan di lingkungan pemerintahan Brunei, sekaligus memperkuat kesiapan generasi penerus kerajaan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan geopolitik yang terus berkembang.

Tutup