Video Dugaan Kecurangan Distributor MinyaKita Viral

Ilustrasi minyak goreng

Sebuah video yang memperlihatkan dugaan kecurangan dalam distribusi minyak goreng subsidi merek MinyaKita viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Rekaman tersebut memperlihatkan aktivitas sejumlah pekerja yang diduga mengambil sebagian produk dari kardus distribusi sebelum dipasarkan.

Video itu ramai dibagikan oleh berbagai akun media sosial sejak Kamis (21/5/2026). Dalam unggahan tersebut, tampak beberapa pekerja berada di area yang diduga lokasi distribusi minyak goreng sambil membuka kardus berisi MinyaKita.

Narasi yang menyertai video menuding adanya praktik pengurangan isi dalam satu kardus minyak goreng subsidi tersebut. Pengunggah menuliskan dugaan bahwa satu kemasan minyak sengaja diambil oleh oknum distributor atau penjual sebelum barang diedarkan ke pasar.

“Satu kerdus minyak dikurangi satu sama oknum penjual minyak MinyaKita,” demikian tulisan yang tercantum dalam video yang beredar.

Meski belum diketahui secara pasti lokasi maupun waktu kejadian dalam rekaman tersebut, video itu langsung memicu berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak warganet mempertanyakan pengawasan distribusi MinyaKita yang selama ini menjadi salah satu produk minyak goreng subsidi untuk masyarakat.

Sebagian publik menilai dugaan pengurangan isi distribusi dapat merugikan pedagang maupun konsumen. Pasalnya, praktik tersebut berpotensi memengaruhi jumlah pasokan yang diterima di tingkat penjualan hingga berdampak pada harga di lapangan.

Tak sedikit pula warganet yang meminta pemerintah dan aparat penegak hukum segera turun tangan melakukan pemeriksaan. Mereka mendesak adanya investigasi untuk memastikan apakah aktivitas dalam video benar merupakan pelanggaran distribusi atau hanya kesalahpahaman dalam proses bongkar muat barang.

MinyaKita sendiri merupakan program minyak goreng subsidi yang sebelumnya diluncurkan pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat. Karena itu, distribusinya menjadi perhatian publik dan diawasi ketat agar tetap sesuai ketentuan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak distributor, produsen, maupun instansi pemerintah terkait video viral tersebut. Belum diketahui pula apakah pihak berwenang telah melakukan penelusuran terhadap dugaan praktik curang yang beredar di media sosial.

Tutup