Pesulap Merah Klarifikasi

Pesulap Merah.

Nama Sarwendah masih menjadi sorotan publik usai viral tudingan praktik pesugihan di Gunung Kawi. Polemik tersebut kini turut menyeret nama Pesulap Merah lantaran video yang beredar memperlihatkan dirinya tengah mewawancarai seorang kuncen di kawasan tersebut.

Dalam video yang ramai di media sosial, sang kuncen menyebut sejumlah nama figur publik, termasuk Sarwendah. Potongan video itu kemudian memicu spekulasi liar di kalangan warganet hingga memunculkan tuduhan soal praktik pesugihan.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Pesulap Merah akhirnya buka suara. Pria bernama asli Marcel Radhival itu menegaskan kunjungannya ke Gunung Kawi semata untuk melihat langsung budaya dan tradisi masyarakat setempat, bukan untuk membongkar praktik mistis tertentu.

“Yang saya temukan di sana itu lebih ke ritual dan ibadah masyarakat Kejawen. Ada situs budaya dan tempat ibadah juga,” ujar Pesulap Merah.

Ia menjelaskan Gunung Kawi selama ini dikenal sebagai lokasi wisata religi dan budaya yang banyak dikunjungi masyarakat untuk melihat peninggalan sejarah maupun menjalankan tradisi spiritual tertentu.

Menurut Marcel, dirinya juga tidak menyangka sang kuncen akan menyebut nama-nama publik figur secara terbuka dalam sesi wawancara tersebut. Ia mengaku terkejut karena pernyataan itu muncul spontan tanpa ada sensor.

“Saya juga kaget kenapa nama-nama itu disebut begitu saja. Benar atau enggaknya saya juga enggak tahu,” katanya.

Pesulap Merah menegaskan dirinya tidak pernah memiliki niat menyerang ataupun menggiring opini terhadap pihak tertentu lewat konten tersebut. Ia menyebut banyak artis datang ke Gunung Kawi dengan berbagai tujuan, termasuk syuting atau sekadar wisata budaya.

“Orang datang ke situ kan belum tentu untuk ritual tertentu. Bisa saja untuk syuting atau sekadar lihat tempat bersejarah,” lanjutnya.

Sementara itu, pihak Sarwendah melalui kuasa hukumnya sudah membantah keras tudingan pesugihan yang beredar di media sosial. Pengacara Sarwendah, Simon Abraham, menjelaskan video yang dipermasalahkan sebenarnya merupakan dokumentasi lama saat kliennya menjalani syuting podcast bersama Jordi Onsu.

“Video itu sudah lama, sekitar tahun 2021 atau 2022. Saat itu memang ada syuting podcast,” ujar Simon Abraham.

Kuasa hukum lainnya, Chris Sam Siwu, juga menilai tudingan tersebut tidak berdasar dan merugikan nama baik kliennya. Ia menegaskan Sarwendah selama ini dikenal bekerja keras membangun karier, bukan mencari kekayaan lewat cara instan.

Pihak Sarwendah kini mengaku tengah mempelajari sejumlah video dan konten yang beredar. Mereka membuka kemungkinan mengambil langkah hukum apabila tudingan tersebut terus menyebar dan dianggap mencemarkan nama baik.

Berita Lainnya

0
Herawati dan Erin Damai?
0
Zaskia Bantu Anak Hilang
0
Jennifer Coppen Yakin Menikah
Tutup