Konflik hukum antara Rien Wartia Trigina alias Erin dan mantan asisten rumah tangganya, Herawati, terus bergulir dan kini memunculkan babak baru. Di tengah saling lapor yang masih berlangsung, seorang pekerja rumah tangga lain yang pernah bekerja di rumah Erin turut angkat bicara dan memberikan kesaksian berbeda terkait karakter sang majikan.
Perempuan bernama Nur itu mengaku tidak pernah menerima perlakuan kasar selama bekerja bersama Erin. Menurutnya, ibu rumah tangga sekaligus mantan istri komedian Andre Taulany tersebut dikenal tegas dalam memberikan instruksi pekerjaan, namun tetap memperlakukan para pekerjanya dengan baik.
“Ibu itu sebenarnya baik. Selama saya kerja enggak pernah ada masalah besar. Kalau ada yang salah, beliau cuma ingin pekerjaan dilakukan sesuai arahan,” ujar Nur saat memberikan keterangannya.
Ia menilai kemarahan Erin selama ini lebih dipicu oleh pekerjaan rumah yang tidak dijalankan sesuai aturan yang telah disampaikan sejak awal. Nur mengatakan Erin bukan sosok yang mudah meluapkan emosi tanpa alasan.
“Kalau kerja sesuai yang diminta, ibu juga santai. Tapi kalau berkali-kali diingatkan dan masih diulang, ya pasti beliau kesal,” katanya.
Dalam keterangannya, Nur juga menyinggung perilaku Herawati yang disebut cukup sulit menerima teguran selama bekerja. Ia mengaku beberapa aturan rumah tangga sering kali diabaikan meski sudah diingatkan berkali-kali.
“Mbak Hera memang agak susah dikasih tahu. Hal-hal kecil yang sudah diingatkan kadang masih diulang lagi,” tuturnya.
Tak hanya itu, Nur mengaku pernah merasa tidak nyaman karena aktivitasnya direkam tanpa izin oleh Herawati. Ia menyebut rekaman tersebut bahkan sempat diunggah ke media sosial pribadi.
“Pernah saya direkam waktu lagi nyapu halaman terus dijadikan status WhatsApp. Saya kaget juga waktu tahu,” ungkap Nur.
Di sisi lain, Herawati sebelumnya tetap bersikukuh bahwa dirinya merupakan korban penganiayaan. Ia melaporkan Erin ke kepolisian atas dugaan kekerasan fisik yang disebut terjadi saat dirinya masih bekerja sebagai ART.
Dalam laporannya, Herawati mengaku pernah dipukul menggunakan sapu lidi hingga mengalami tekanan selama bekerja. Ia juga menuding sejumlah barang pribadinya sempat ditahan setelah keluar dari rumah Erin.
Perseteruan keduanya pun menjadi sorotan publik karena berkembang menjadi saling lapor di kepolisian. Erin diketahui melaporkan balik Herawati atas dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
Kasus tersebut bahkan ikut mendapat perhatian dari Komisi III DPR RI. Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, meminta aparat penegak hukum berhati-hati menangani perkara tersebut agar tidak terjadi kriminalisasi terhadap pihak yang mengaku sebagai korban.
Hingga kini, proses hukum antara kedua pihak masih berjalan di Polres Metro Jakarta Selatan. Sementara itu, munculnya berbagai kesaksian dari orang-orang di sekitar keduanya semakin menambah perhatian publik terhadap kasus yang belum menemukan titik akhir tersebut.