Misbakhun Bela Pernyataan Prabowo Soal Rupiah
Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait pelemahan rupiah tidak perlu diperdebatkan secara berlebihan. Menurutnya, imbauan Presiden agar masyarakat tetap tenang justru bertujuan menjaga stabilitas psikologis di tengah tekanan ekonomi global.
Misbakhun mengatakan masyarakat, khususnya yang berada di pedesaan, tidak perlu terlalu khawatir terhadap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat karena sebagian besar aktivitas ekonomi mereka tidak berkaitan langsung dengan transaksi mata uang asing.
“Apa yang disampaikan Bapak Presiden terkait dengan nilai tukar, beliau benar bahwa masyarakat diminta tenang, terutama masyarakat pedesaan, karena memang mereka tidak terkait langsung dengan transaksi yang menggunakan dolar,” ujar Misbakhun, Senin (18/5/2026).
Ia menjelaskan dampak paling besar dari pelemahan rupiah justru dirasakan kelompok yang bergantung pada impor maupun aktivitas luar negeri, seperti perjalanan internasional dan transaksi bisnis berbasis dolar AS.
“Yang terpengaruh adalah transaksi-transaksi yang menggunakan impor, orang-orang kaya yang bepergian ke luar negeri,” lanjutnya.
Menurut Misbakhun, pernyataan Presiden Prabowo juga harus dipahami sebagai langkah untuk menjaga kepercayaan publik terhadap kondisi ekonomi nasional agar masyarakat tidak mudah panik di tengah tekanan pasar keuangan global.
“Tentunya pernyataan Bapak Presiden Prabowo pada Sabtu kemarin terkait nilai tukar itu adalah untuk menenangkan masyarakat, supaya masyarakat tidak panik, tetap tenang, dan tidak terpengaruh dengan hal-hal yang sifatnya ingin mengganggu stabilitas ekonomi nasional kita,” katanya.
Meski demikian, Misbakhun mengingatkan bahwa pelemahan rupiah tetap harus menjadi perhatian serius otoritas moneter. Ia menilai kondisi tersebut perlu segera direspons oleh Bank Indonesia melalui langkah stabilisasi yang konkret.
Ia juga menyinggung pernyataan Presiden yang menyebut fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Karena itu, menurutnya, pelemahan rupiah yang cukup tajam menjadi sinyal bahwa diperlukan intervensi lebih aktif dari bank sentral.
“Dan Presiden juga menyampaikan bahwa dasar ekonomi Indonesia sangat kuat. Ketika fundamental ekonomi sangat kuat, kenapa sampai terjadi pelemahan terhadap rupiah? Dan rupiah termasuk mata uang yang secara regional mengalami pelemahan sangat signifikan,” ujarnya.
Misbakhun meminta Bank Indonesia segera mengambil langkah nyata untuk mengembalikan kepercayaan pasar dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tidak terus mengalami tekanan.
“Untuk itu, Bank Indonesia perlu segera melakukan upaya stabilisasi, melakukan upaya-upaya yang nyata untuk mengembalikan rupiah pada penguatan yang memadai,” pungkasnya.





