Pramono Minta Penindakan Judi Online Tak Setengah Hati

Pramono Anung

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan dukungan penuh terhadap langkah aparat penegak hukum yang membongkar markas judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat.

Penggerebekan yang dilakukan tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Metro Jaya itu berhasil mengamankan 321 warga negara asing (WNA). Dari jumlah tersebut, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka.

“Pemerintah DKI Jakarta memberikan dukungan sepenuhnya atas tindakan tegas aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, dalam melakukan penggerebekan dan penyitaan terkait aktivitas judi online,” ujar Pramono.

Ia berharap penindakan terhadap jaringan judi online dilakukan secara serius dan berkelanjutan agar menimbulkan efek jera bagi pihak-pihak lain yang terlibat dalam aktivitas serupa di Jakarta.

Menurut Pramono, praktik judi online jelas melanggar hukum dan tidak pernah mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Karena itu, pihaknya mendukung penuh langkah aparat kepolisian dalam memberantas aktivitas ilegal tersebut.

Pramono juga menyoroti dampak sosial yang ditimbulkan dari praktik judi online. Ia menilai banyak masyarakat, terutama dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, menjadi korban karena tergiur iming-iming keuntungan instan.

“Judi online memberikan dampak buruk bagi masyarakat, terutama mereka yang berharap mendapatkan keuntungan besar secara cepat,” katanya.

Sebelumnya, polisi mengungkap markas judi online internasional yang beroperasi di sebuah gedung perkantoran kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Penggerebekan dilakukan pada Sabtu (9/5/2026).

Dari total 321 orang yang diamankan, sebanyak 320 di antaranya merupakan warga negara asing. Sementara satu orang lainnya merupakan warga Jakarta yang diketahui pernah bekerja di Kamboja dalam bidang serupa.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan juga menyatakan akan mendalami pihak yang menjadi penjamin keberadaan ratusan WNA tersebut selama berada di Indonesia.

Saat ini para WNA tersebut dititipkan di Rumah Detensi Imigrasi Kuningan, Jakarta Selatan dan Jakarta Barat untuk proses pendataan serta pemeriksaan lebih lanjut.

Berdasarkan data imigrasi, para WNA itu berasal dari berbagai negara, yakni 228 warga Vietnam, 57 warga China, 13 warga Myanmar, 11 warga Laos, lima warga Thailand, serta masing-masing tiga warga Malaysia dan Kamboja.

Tutup