Fanbase Rio Lahskart Terseret Dugaan Penggelapan Dana

Istimewa

Dugaan penggelapan dana voting mewarnai perjalanan ajang Indonesian Idol 2026 setelah nama Arini, admin fanbase pendukung finalis Rio Lahskart, menjadi sorotan publik di media sosial.

Kasus tersebut viral di platform X usai sejumlah akun mengungkap dugaan penyalahgunaan dana patungan yang dikumpulkan dari para pendukung untuk membeli vote demi mendukung Rio Lahskart bertahan di kompetisi.

“BANTU VIRALIN GUYS!! Arini dan suaminya nilep uang vote buat Rio Lahskart sampai tiga digit,” tulis akun X @ahbersin dalam unggahannya pada Kamis (14/5/2026).

Nominal dana yang disebut mencapai ratusan juta rupiah itu dikabarkan tidak seluruhnya digunakan untuk pembelian kuota voting sebagaimana tujuan awal penggalangan dana dilakukan.

Akibat dugaan penyalahgunaan tersebut, banyak pendukung Rio menduga jumlah vote yang masuk tidak sesuai dengan besarnya donasi yang telah terkumpul selama kompetisi berlangsung.

Situasi itu kemudian dikaitkan dengan kegagalan Rio Lahskart melaju ke babak Grand Final setelah langkahnya terhenti di posisi Top 3.

Kekecewaan juga datang dari desainer sekaligus presenter Ivan Gunawan yang diketahui menjadi salah satu pendukung kuat Rio selama kompetisi berlangsung.

Melalui unggahan di media sosial, Ivan mempertanyakan transparansi penggunaan dana voting yang sebelumnya dikumpulkan secara kolektif dari para penggemar.

“Dalam perhitungan saya enggak mungkin kita kalah vote… Karena uang vote harusnya ada…. APAKAH dipakai buat VOTE beneran??????,” tulis Ivan Gunawan.

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari Arini maupun pihak terkait mengenai tuduhan penggelapan dana tersebut.

Tutup