Viral Pemeriksaan Warung Madura, Bea Cukai Bantah Pungli

Ilustrasi seragam Bea Cukai.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) akhirnya buka suara terkait video viral yang memperlihatkan penggeledahan sebuah Warung Madura oleh petugas bea cukai pada malam hari. Video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul narasi dugaan pungutan liar saat pemeriksaan rokok ilegal.

Dalam unggahan yang beredar, lokasi pemeriksaan disebut berada di Balaraja, Tangerang, Banten. Namun pihak Bea Cukai menegaskan lokasi sebenarnya berada di Desa Balamoa, Kabupaten Tegal.

Pada video tersebut, pemilik warung mempertanyakan alasan pemeriksaan dilakukan malam hari. Petugas yang mengenakan seragam bea cukai kemudian menjelaskan bahwa tugas pengawasan berjalan selama 24 jam. Pemilik warung lalu meminta petugas menunjukkan surat tugas sebelum rekaman video berakhir.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Tegal, Aflachul, membenarkan bahwa dua petugas dalam video tersebut merupakan anggota Bea Cukai Tegal yang sedang menjalankan tugas pemeriksaan.

“Terkait kegiatan pemeriksaan oleh Bea Cukai Tegal di Desa Balamoa, Kabupaten Tegal, kami sampaikan bahwa pemeriksaan tersebut benar dilakukan oleh petugas Bea Cukai Tegal dalam rangka menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan pengiriman rokok ilegal,” ujar Aflachul dalam keterangan resminya, Sabtu (9/5/2026).

Ia menegaskan petugas telah menjalankan prosedur sesuai ketentuan, termasuk menunjukkan identitas dan surat tugas kepada pihak warung.

“Petugas yang hadir dalam pelaksanaan tugas telah menunjukkan identitas serta surat perintah tugas kepada pihak pengelola atau penjaga bangunan sesuai prosedur,” katanya.

Bea Cukai juga membantah tudingan adanya pungutan liar dalam pemeriksaan tersebut. Menurut Aflachul, tidak ada permintaan maupun penerimaan uang dari pihak mana pun selama proses berlangsung.

“Adapun terkait dugaan pungutan liar, kami tegaskan bahwa dalam pemeriksaan tersebut tidak terdapat permintaan atau penerimaan uang dalam bentuk apa pun,” tegasnya.

Tutup