HET MinyaKita Berpotensi Naik

Ilustrasi minyak goreng

Kementerian Perdagangan membuka peluang penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk minyak goreng rakyat MinyaKita seiring meningkatnya tekanan ekonomi global.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Iqbal Shoffan Shofwan, menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengkaji ulang struktur harga guna menyesuaikan dengan kondisi pasar terkini.

“Kami sedang menghitung kembali aspek keekonomian harga MinyaKita sebagai tindak lanjut dari koordinasi lintas kementerian,” ujar Iqbal.

Menurutnya, dinamika global, termasuk dampak konflik di kawasan Timur Tengah, turut memengaruhi harga komoditas, khususnya bahan baku minyak goreng.

Kenaikan harga crude palm oil (CPO) serta biaya distribusi disebut menjadi faktor utama yang mendorong perlunya evaluasi terhadap HET.

“Perubahan biaya produksi hingga distribusi harus menjadi pertimbangan dalam menentukan harga yang wajar,” tambahnya.

Meski demikian, pemerintah belum menetapkan angka baru dan masih menampung masukan dari berbagai pihak, termasuk Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan serta kementerian terkait lainnya.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan bahwa berkurangnya pasokan MinyaKita di pasar tradisional juga dipengaruhi tingginya penyerapan untuk program bantuan pangan.

“Sekitar 132 juta liter dialokasikan untuk bantuan kepada masyarakat, yang menyasar puluhan juta keluarga penerima manfaat,” jelas Zulkifli.

Distribusi dalam skala besar tersebut membuat ketersediaan di pasar umum berkurang, sehingga memicu kelangkaan di sejumlah daerah.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah berencana menambah suplai minyak goreng dalam program bantuan agar tidak mengganggu pasokan di pasar.

Selain itu, Perum Bulog akan diperkuat perannya dalam distribusi, termasuk membuka opsi penggunaan merek minyak goreng lain dengan harga setara.

Pemerintah memastikan langkah-langkah tersebut bertujuan menjaga keseimbangan antara program bantuan sosial dan kebutuhan masyarakat umum.

“Distribusi akan diperbaiki agar pasokan kembali normal tanpa mengganggu program bantuan,” tegas Zulkifli.

Tutup