Gas Bocor Diduga Picu Ledakan di SPBE Cimuning
Kebakaran hebat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, pada Rabu (1/4/2026) malam. Peristiwa tersebut menyebabkan sejumlah korban luka serius serta kepanikan warga di sekitar lokasi.
Berdasarkan laporan sementara, sedikitnya 10 orang mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan yang cukup tinggi. Sebagian besar korban dilaporkan mengalami luka bakar lebih dari 50 persen di tubuhnya.
“Untuk sementara tercatat 10 korban. Rata-rata luka bakar di atas 50 persen, namun data masih terus kami verifikasi,” ujar Indra, salah satu petugas di lokasi kejadian.
Proses evakuasi berlangsung intensif dengan melibatkan puluhan armada. Lebih dari 30 unit ambulans dari berbagai organisasi relawan dikerahkan untuk membawa korban ke sejumlah fasilitas kesehatan.
“Sekitar 30 lebih ambulans dikerahkan untuk penanganan korban,” tambahnya.
Api dilaporkan cepat membesar dan merambat ke area sekitar dengan radius mencapai sekitar 100 meter. Kondisi ini memperparah dampak kejadian, terutama bagi warga yang berada di dekat lokasi saat insiden berlangsung.
Sejumlah saksi menyebutkan, sebelum kebakaran terjadi, sempat tercium bau gas yang menyengat di lingkungan sekitar. Dugaan sementara, kebocoran gas terjadi saat proses pengisian elpiji di fasilitas tersebut.
Gas yang bocor disebut menyebar hingga ke jalan dan permukiman warga selama kurang lebih 15 hingga 20 menit, sebelum akhirnya memicu ledakan yang disusul kobaran api besar.
Hingga saat ini, aparat kepolisian dan petugas terkait masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, proses penanganan korban dan pendinginan lokasi kejadian terus dilakukan guna mencegah potensi kebakaran susulan.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan dalam pengelolaan fasilitas energi, khususnya yang berada di dekat kawasan permukiman padat pend





