Israel Klaim Jatuhkan 15 Ribu Bom ke Iran
Konflik antara Israel dan Iran semakin memanas setelah muncul klaim terkait serangan udara berskala besar yang menargetkan sejumlah wilayah strategis.
Pemerintah Israel menyatakan telah melancarkan serangan intensif ke berbagai titik di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Operasi tersebut diklaim melibatkan ribuan amunisi udara sejak eskalasi konflik meningkat pada akhir Februari.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyebut sekitar 15 ribu bom telah dijatuhkan melalui serangan udara yang dilakukan oleh jet tempur.
Ia menegaskan bahwa seluruh serangan tersebut berhasil mencapai target tanpa dapat diintersepsi oleh sistem pertahanan udara Iran.
“Semua bom dijatuhkan melalui jet tempur dan tidak berhasil dicegat,” ujar Katz dalam keterangannya.
Serangan tersebut disebut berlangsung sejak 28 Februari, beriringan dengan dimulainya operasi militer gabungan yang melibatkan Amerika Serikat.
Jika dibandingkan dengan operasi sebelumnya, skala serangan kali ini disebut meningkat signifikan. Laporan Al Jazeera menyebut jumlah bom yang digunakan mencapai empat kali lipat dibandingkan konflik serupa dalam periode sebelumnya.
Dalam kesempatan yang sama, Katz bersama Kepala Staf Angkatan Darat, Eyal Zamir, mengungkapkan bahwa pemerintah Israel telah menyetujui rencana lanjutan untuk memperluas operasi militer.
Rencana tersebut mencakup potensi serangan tambahan yang tidak hanya menyasar Iran, tetapi juga wilayah lain seperti Lebanon.
Di sisi lain, respons datang dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) yang menyatakan telah melancarkan serangan balasan ke sejumlah target Israel.
Operasi yang diberi nama “True Promise 4” itu disebut menyasar posisi militer Israel di wilayah Palestina, termasuk Jalur Gaza.
“Operasi ini merupakan awal dari penargetan terhadap konsentrasi pasukan Zionis di Palestina utara dan Gaza,” demikian pernyataan IRGC, seperti dikutip Middle East Monitor.
IRGC juga mengklaim serangan diarahkan ke pusat komando militer Israel di sekitar kota Safed, serta sejumlah fasilitas strategis lainnya yang disebut telah terdampak.





