Menurut Ustaz Abdul Somad, Khamenei sering menekankan pentingnya solidaritas di antara umat Islam, terutama antara kelompok Sunni dan Syiah yang selama ini kerap menjadi isu sensitif di dunia Islam.
Ia menilai perpecahan di antara kedua kelompok tersebut tidak lepas dari pengaruh propaganda pihak luar yang berupaya melemahkan kekuatan umat Islam.
“Ali Khamenei berkali-kali menegaskan bahwa persatuan umat Islam adalah hal yang sangat penting. Perpecahan Sunni dan Syiah sering dimanfaatkan oleh pihak luar untuk melemahkan kekuatan umat,” ujar Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya.
Selain itu, ia juga menyoroti kepemimpinan Khamenei yang dinilai tetap tenang dan strategis dalam menghadapi berbagai tekanan internasional, termasuk konflik yang melibatkan Iran dan Israel.
Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang kuat dalam menjaga stabilitas negara sekaligus mempertahankan kedaulatan nasional.
“Dalam berbagai situasi sulit, beliau tetap menunjukkan ketenangan dan strategi yang matang dalam menghadapi tekanan dari luar,” kata Abdul Somad.
Ustaz Abdul Somad juga menyinggung posisi Khamenei sebagai seorang ulama yang memiliki legitimasi religius di tengah masyarakat Iran.
Ia menyebut Khamenei dihormati tidak hanya sebagai pemimpin politik, tetapi juga sebagai tokoh agama yang memiliki pengaruh besar di kalangan umat.
Dengan latar belakang tersebut, kepemimpinan Khamenei dinilai memiliki dimensi spiritual sekaligus politik yang saling berkaitan.
Abdul Somad juga memandang Khamenei sebagai simbol keteguhan iman serta strategi politik yang berupaya membawa Iran menuju kemandirian di tengah tekanan global.
Menurutnya, berbagai kebijakan yang diambil Iran selama ini menunjukkan upaya untuk menjaga kedaulatan negara sekaligus memperkuat posisi ekonomi dan politiknya di tingkat internasional.





