Keluarga Ungkap Smartwatch Kopilot ATR Masih Merekam Pergerakan
Harapan keluarga kopilot Farhan Gunawan belum padam setelah pesawat ATR 42-500 yang ditumpanginya jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pasalnya, smartwatch milik Farhan dilaporkan masih menunjukkan aktivitas usai peristiwa nahas tersebut.
Informasi tersebut disampaikan pihak keluarga berdasarkan data yang terhubung dari perangkat pintar milik Farhan. Smartwatch itu disebut sempat merekam adanya pergerakan langkah kaki yang diduga berasal dari sang kopilot.
Kabar tersebut diungkapkan oleh Pitri Keandedes Hasibuan, perwakilan keluarga Farhan, setelah menerima informasi dari Dian Mulyana Hasibuan, yang merupakan kekasih Farhan dan saat ini berada di lokasi pencarian bersama tim SAR.
Pitri menjelaskan, ponsel milik Farhan telah lebih dulu ditemukan oleh tim SAR di kawasan Gunung Bulusaraung dan diserahkan kepada pihak keluarga sejak Sabtu (17/1). Dari ponsel tersebut, diketahui perangkat smartwatch yang terhubung masih menunjukkan aktivitas.
“Farhan itu pakai smartwatch merek Galaxy. Dari HP yang terhubung ke jam tangannya, terlihat masih ada pergerakan. Kalau bisa dilacak, kami berharap itu bisa membantu proses pencarian dan pertolongan,” ujar Pitri.
Ia menambahkan, keluarga berharap data dari perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk mempersempit area pencarian Farhan di medan pegunungan yang cukup ekstrem.
Informasi mengenai smartwatch yang masih aktif itu, kata Pitri, diperolehnya langsung dari Dian yang kini ikut memantau proses pencarian di Gunung Bulusaraung.
“Informasi itu dari adik saya, Dian. Dia sekarang ada di lokasi, ikut naik ke atas gunung untuk melihat langsung proses pencarian,” pungkasnya.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih melanjutkan upaya pencarian korban pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung dengan mempertimbangkan berbagai petunjuk yang ditemukan di lapangan.





