Inara Rusli Minta Kepastian Hukum dari Istri Sah Insanul Fahmi
Inara Rusli meminta kejelasan sikap dari Wardatina Mawa, istri sah Insanul Fahmi, terkait kelanjutan proses hukum yang tengah berjalan di kepolisian. Permintaan tersebut mencakup kepastian apakah laporan hukum akan diteruskan atau dihentikan, serta apakah Wardatina berencana mengajukan gugatan cerai atau tetap mempertahankan pernikahannya.
Pernyataan itu disampaikan Inara menanggapi polemik pernikahan siri yang melibatkan dirinya dan Insanul Fahmi, yang hingga kini masih menjadi sorotan publik. Inara menilai kejelasan sikap dari pihak istri sah diperlukan agar persoalan hukum dan status hubungan dapat diselesaikan secara terang dan tidak berlarut-larut.
“Kalau ditanya ingin pernikahan resmi secara negara dan hukum, maka tentu saya rasa itu harapan semua perempuan,” ujar Inara Rusli, dikutip Jumat (9/1/2026).
Namun demikian, Inara menegaskan bahwa sebelum membicarakan rencana pernikahan resmi, ada persoalan mendasar yang harus diselesaikan terlebih dahulu, khususnya yang berkaitan dengan ranah hukum. Ia menilai, ketidakjelasan sikap dari pihak Wardatina justru memperpanjang konflik dan menimbulkan spekulasi di ruang publik.
“Masih ada problem atau masalah yang harus diselesaikan satu per satu terutama ranah hukum. Kita butuh kepastian dari jawaban pihak saudari M secara jelas, tegas, dan bijaksana, apakah mau melanjutkan atau tidak masalah hukum di kepolisian, atau apakah mau mengajukan gugatan cerai atau tidak,” kata Inara.
Menurut Inara, kejelasan tersebut penting agar duduk perkara dapat terlihat secara utuh, termasuk menentukan langkah hukum dan status hubungan ke depan. Ia menilai, tanpa keputusan yang tegas, persoalan ini akan terus menggantung dan menimbulkan dampak bagi semua pihak yang terlibat.
Di sisi lain, Inara juga menanggapi fenomena cancel culture yang ramai diarahkan kepadanya di media sosial. Ia mengaku tidak menjadikan opini publik sebagai tolok ukur utama dalam menjalani kehidupannya.
“Kalau hidup diukur dari opini publik, pendapat orang, atau keluarga, itu tidak akan ada habisnya. Kita seperti terombang-ambing oleh penilaian orang lain,” ujarnya.
Inara menegaskan bahwa penilaian publik terhadap dirinya merupakan hak masing-masing individu, namun tidak serta-merta menentukan nilai dirinya sebagai pribadi. Polemik ini pun masih berlanjut, seiring belum adanya kejelasan sikap dari pihak Wardatina Mawa terkait langkah hukum selanjutnya.




