Krisis Politik Bulgaria: Kabinet Mundur Menjelang Adopsi Mata Uang Euro

Pemerintah Bulgaria

Pemerintah Bulgaria resmi mengundurkan diri menyusul gelombang protes massal yang mengguncang ibu kota Sofia. Pengunduran diri ini terjadi hanya beberapa pekan sebelum Bulgaria dijadwalkan bergabung dengan zona euro.

Koalisi minoritas yang dipimpin Partai GERB, partai politik berhaluan tengah kanan, mengumumkan pengunduran diri beberapa menit sebelum parlemen menggelar sidang untuk pemungutan suara mosi tidak percaya. Pemerintah menghadapi tuduhan salah urus ekonomi serta kemarahan publik atas praktik korupsi yang dinilai masih meluas.

Pemerintahan Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov sebelumnya sempat bertahan dari enam mosi tidak percaya sejak Januari lalu. Namun, eskalasi demonstrasi besar-besaran kali ini disebut mengubah peta politik dan memperlemah posisi pemerintah di parlemen.

Pengunduran diri kabinet dijadwalkan akan diserahkan secara resmi kepada parlemen pada Jumat ini. Setelah itu, Presiden Bulgaria Rumen Radev akan meminta partai dengan perolehan kursi terbesar untuk mencoba membentuk pemerintahan baru.

Apabila upaya tersebut gagal, presiden akan memberikan mandat kepada partai terbesar kedua. Jika kedua upaya tidak membuahkan hasil, Presiden Radev berwenang menunjuk pemerintahan sementara dan menetapkan jadwal pemilihan umum baru.

Sejumlah analis menilai situasi politik Bulgaria berpotensi semakin terfragmentasi. Parlemen diperkirakan akan lebih terbelah, sehingga menyulitkan pembentukan pemerintahan yang stabil dalam waktu dekat.

Di tengah krisis politik ini, Bulgaria tetap bersiap melangkah menuju integrasi ekonomi Eropa. Negara dengan populasi sekitar 6,4 juta jiwa tersebut dijadwalkan mengganti mata uang nasional Lev dengan Euro pada 1 Januari tahun depan, sekaligus menjadi anggota ke-21 zona euro.

Tutup