Budi Arie Membantah Tuduhan Kepentingan Pribadi
Mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi, yang juga Ketua Umum Projo, menjadi sorotan publik menyusul rumor kepindahannya ke Partai Gerindra. Isu ini memicu spekulasi bahwa langkah politiknya ditujukan untuk mengamankan kepentingan pribadi, terutama pasca-perombakan kabinet Presiden Prabowo.
Dalam sebuah wawancara, Budi Arie bereaksi keras terhadap tuduhan tersebut, bahkan menyebut nama Tuhan untuk menegaskan bahwa ia tidak memiliki kepentingan pribadi.
Tegas Membantah Tuduhan Kepentingan Pribadi
Spekulasi mengenai motif politik Budi Arie muncul setelah salah satu panelis, Agung Baskoro, membaca makna konotatif di balik rencana kepindahannya. Agung menyatakan bahwa publik menduga Budi Arie mencari “backing politik baru” untuk mengamankan kepentingan politik, ekonomi, hukum, dan lainnya.
Menanggapi hal ini, Budi Arie dengan tegas membantahnya.
“Tidak ada. Saya tidak punya kepentingan. Kepentingan saya hanya untuk bangsa dan rakyat,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sepanjang kariernya, ia tidak pernah meminta jabatan menteri. “Saya tidak pernah meminta untuk menjadi menteri dalam bentuk apa pun,” ujarnya.
Membetulkan Diksi dan Mengungkapkan Rasa Syukur kepada Tuhan
Budi Arie bahkan mengoreksi diksi yang digunakan pewawancara ketika membahas penyangkalannya atas tuduhan kepentingan pribadi.
Menjelaskan, Bukan Menyangkal: “Bukan menyangkal, menjelaskan. Menjelaskan, jangan salah diksi. Menyangkal sama saja dengan menjelaskan,” kata Budi Arie.
Bersyukur: Untuk memperkuat penjelasannya bahwa ia tidak memiliki ambisi pribadi, Budi Arie mengungkapkan rasa syukurnya kepada Tuhan atas kesempatan yang telah diberikan kepadanya.
“Karena kalau ditanya kepentingan pribadi apa? Saya sudah bersyukur kepada Tuhan. Saya diberi kesempatan untuk mengabdi kepada republik ini,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa sangat jarang seorang “putra bangsa, putra rakyat jelata” seperti dirinya diberi kesempatan untuk mengabdi di tiga kementerian sekaligus (Desa, Komunikasi dan Informatika, Koperasi).
Alasan Utama Mendukung Pemerintah
Menurut Budi Arie, alasan utama di balik tindakan dan dukungannya kepada pemerintah, bahkan setelah perombakan kabinet, adalah untuk menjaga kepentingan bangsa dan negara. Ia mencontohkan Presiden Jokowi yang selalu mengingatkannya.
“Karena Pak Jokowi selalu mengingatkan saya. Kita hanya punya waktu seratus tahun untuk menjadi bangsa yang maju. Ini adalah kesempatan; kita tidak boleh melewatkannya,” pungkas Budi Arie.





