Cara Melakukan Hair Oiling agar Rambut Tidak Mudah Lepek

Hair Oiling. Foto: smytten

Minyak rambut tidak hanya digunakan untuk menambah kilau. Jika dipilih dan diaplikasikan dengan tepat, perawatan ini juga dapat membantu menjaga kelembapan rambut, membuat helaian terasa lebih lembut, serta mengurangi kusut.

Metode tersebut dikenal dengan istilah hair oiling. Caranya cukup sederhana, yakni mengoleskan minyak pada batang rambut atau kulit kepala sesuai kebutuhan. Pemakaiannya bisa dilakukan sebelum keramas maupun dalam jumlah sedikit sebagai sentuhan akhir pada rambut.

Mengutip Harper’s Bazaar, penggunaan minyak untuk merawat rambut bukanlah kebiasaan baru. Praktik ini telah lama dikenal dalam tradisi Ayurveda. Belakangan, hair oiling kembali mendapat perhatian, terutama setelah ramai diperbincangkan di media sosial dan hadirnya berbagai produk minyak rambut dengan formula yang semakin beragam.

Meski mudah dilakukan, pemilihan minyak dan cara penggunaannya tetap perlu diperhatikan. Rambut yang terlalu banyak terkena minyak bisa terasa berat dan tampak lepek. Karena itu, takaran serta frekuensi pemakaian sebaiknya mengikuti karakter rambut dan kondisi kulit kepala.

Apa Saja Manfaat Hair Oiling?

Salah satu kegunaan minyak rambut adalah membantu memperbaiki tampilan helaian yang kering dan sulit diatur. Lapisan minyak pada permukaan rambut dapat membuatnya terlihat lebih licin, halus, dan berkilau.

Perawatan ini juga dapat membantu mengurangi gesekan ketika rambut disisir. Gesekan yang lebih rendah berpotensi mengurangi tarikan pada helaian rambut, sehingga risiko patah akibat proses menyisir dapat diminimalkan.

Bagi mereka yang rutin menggunakan pengering rambut atau alat penata rambut bersuhu panas, hair oiling bisa menjadi bagian dari perawatan tambahan. Namun, minyak rambut tidak dapat menggantikan heat protectant karena keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Pada bagian ujung rambut, minyak dapat membantu menyamarkan kesan kering dan membuatnya tampak lebih lembut. Akan tetapi, rambut bercabang yang sudah terjadi tidak bisa diperbaiki secara permanen hanya dengan mengoleskan minyak.

Penting pula untuk memahami batas manfaatnya. Hingga kini, belum ada bukti kuat yang memastikan bahwa hair oiling mampu mempercepat pertumbuhan rambut. Jadi, metode ini lebih tepat digunakan untuk membantu merawat kondisi dan penampilan rambut, bukan sebagai solusi untuk seluruh persoalan rambut.

Panduan Hair Oiling yang Bisa Dicoba di Rumah

Sebelum mulai, perhatikan tekstur rambut dan kondisi kulit kepala. Rambut tebal atau cenderung kering mungkin membutuhkan minyak dengan tekstur lebih kaya. Sebaliknya, rambut halus biasanya lebih nyaman menggunakan formula ringan agar tidak mudah lepek.

Berikut tahapan yang dapat dilakukan:

1. Tentukan jenis minyak

Minyak kelapa, argan, dan almond termasuk pilihan yang kerap digunakan dalam perawatan rambut. Setiap jenis memiliki karakteristik tersendiri, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan rambut.

Bagi pemilik kulit kepala sensitif, periksa komposisi produk sebelum digunakan. Uji terlebih dahulu pada area kecil untuk mengetahui apakah muncul reaksi yang tidak diinginkan.

2. Jangan menggunakan terlalu banyak

Pemakaian minyak secukupnya sudah cukup untuk membantu merawat rambut. Oleskan secara merata pada bagian tengah hingga ujung rambut apabila tujuan utamanya menjaga kelembutan dan kilau.

Jika ingin menggunakannya pada kulit kepala, ikuti petunjuk pada kemasan produk. Hindari menggosok atau memijat terlalu kuat karena tarikan berlebihan dapat membuat rambut rentan patah.

3. Bersihkan setelah digunakan

Salah satu cara menerapkan hair oiling adalah menjadikannya perawatan sebelum keramas. Biarkan minyak selama waktu yang disarankan oleh produsen, lalu cuci rambut menggunakan sampo sampai tidak ada sisa minyak yang tertinggal.

Membiarkan minyak semalaman bukan keharusan. Apabila muncul rasa gatal, tidak nyaman, atau kulit kepala terasa semakin berminyak, hentikan pemakaian.

4. Sesuaikan jadwal perawatan

Tidak ada keharusan untuk menggunakan minyak setiap hari. Rambut bertekstur halus, misalnya, dapat lebih cepat terlihat lepek apabila terlalu sering diberi minyak.

Pemilik kulit kepala yang mudah berketombe atau mengalami dermatitis seboroik juga perlu lebih selektif. Sebab, jenis minyak tertentu berpotensi memperburuk kondisi tersebut.

Pada dasarnya, hair oiling dapat melengkapi rutinitas perawatan rambut, terutama untuk membantu menjaga kelembutan dan kilau. Hasilnya tidak ditentukan oleh banyaknya minyak yang digunakan, melainkan oleh kecocokan produk, takaran, dan cara pemakaian.

Tutup