Jakarta Fashion Week Buka Peluang Desainer Indonesia

Desainer busana Benang Jarum, Allyssa Hawadi. Melambaikan tangan di saat runwaya fashion. Faisal Ramadhan/Terkenal.co.id

Industri fesyen dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat sektor pariwisata Indonesia. Selain menjadi bagian dari industri kreatif, karya desainer dan produk lokal juga dapat menarik wisatawan melalui kegiatan belanja sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya daerah.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, perkembangan industri mode dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung ke Indonesia.

“Karya mode dapat menjadi daya tarik tersendiri yang mendorong wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi kementerian.

Menurut Widiyanti, pengembangan wisata belanja perlu diarahkan agar wisatawan tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga mengenal produk lokal dan proses pembuatannya. Sentra kerajinan, kain tradisional, hingga karya para perajin dapat menjadi bagian dari pengalaman wisata.

“Kami ingin semakin banyak wisatawan mengenal karya para desainer Indonesia, mengunjungi sentra-sentra wastra, menyaksikan proses kreatif para perajin, serta membawa pulang produk yang merepresentasikan kekayaan budaya Nusantara,” katanya.

Pemerintah, lanjut Widiyanti, berupaya meningkatkan kualitas layanan wisata belanja agar mampu membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha lokal. Langkah tersebut diharapkan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di berbagai daerah tujuan wisata.

Dukungan terhadap industri mode juga terlihat dalam penyelenggaraan Jakarta Fashion Week (JFW) 2027. Widiyanti berharap ajang tersebut dapat menjadi ruang bagi desainer muda untuk berkembang, memperkuat industri fesyen nasional, sekaligus memperluas pemasaran produk Indonesia ke pasar internasional.

“Kami memiliki aspirasi untuk menjadikan Jakarta sebagai Pusat Mode Asia Tenggara,” ujarnya.

Jakarta Fashion Week 2027 berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026. Agenda ini menghadirkan peragaan busana dan berbagai kolaborasi kreatif yang melibatkan pelaku industri fesyen dari dalam maupun luar negeri.

Lebih dari 100 karya desainer Indonesia dan internasional ditampilkan dalam ajang tersebut. Peserta mancanegara berasal dari Singapura, Filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja, Vietnam, Korea, hingga Australia.

Kementerian Pariwisata turut memberikan dukungan terhadap ekshibisi budaya bertajuk Waves of Weave yang menjadi bagian dari rangkaian Jakarta Fashion Week 2027. Pameran tersebut menghadirkan koleksi wastra dan kebaya dari sejumlah negara Asia Tenggara.

Direktur Kreatif Jakarta Fashion Week, Rd. Andandika Surasetja, mengatakan kerja sama lintas negara dan sektor diperlukan untuk memperluas peran ajang tersebut. Menurutnya, kolaborasi dapat membuka kesempatan pertukaran gagasan sekaligus mempertemukan berbagai potensi industri kreatif.

“Keterlibatan berbagai mitra membuka ruang bagi pertukaran perspektif, eksplorasi lintas budaya, serta terciptanya peluang kolaborasi yang melampaui batas industri fashion,” katanya.

Melalui penyelenggaraan tersebut, Jakarta Fashion Week diharapkan tidak hanya menjadi panggung peragaan busana, tetapi juga ruang pengembangan talenta, promosi budaya, dan perluasan jaringan industri fesyen Indonesia.

Berita Lainnya

Tutup