TVRI Perluas Jangkauan Siaran Piala Dunia 2026
TVRI memperluas akses siaran Piala Dunia FIFA 2026 dengan menggandeng Transvision, K-Vision, dan Indovision sebagai mitra distribusi. Kerja sama tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh pertandingan turnamen sepak bola terbesar di dunia itu dapat dinikmati masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen TVRI sebagai pemegang hak siar resmi Piala Dunia FIFA 2026 di Indonesia. Melalui dukungan jaringan televisi satelit, TVRI menargetkan jangkauan siaran yang lebih luas, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) serta daerah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap siaran digital maupun internet.
Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, mengatakan kemitraan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat distribusi siaran agar dapat menjangkau lebih banyak pemirsa di seluruh Indonesia.
“TVRI memiliki mandat sebagai lembaga penyiaran publik untuk memastikan masyarakat memperoleh akses yang setara terhadap informasi, hiburan, dan peristiwa penting dunia. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan siaran Piala Dunia FIFA 2026 dapat dinikmati oleh lebih banyak masyarakat, termasuk di wilayah 3T dan daerah yang belum terjangkau secara optimal oleh siaran digital maupun internet,” ujar Fiki.
Menurutnya, kehadiran platform televisi satelit akan melengkapi ekosistem distribusi siaran TVRI yang selama ini didukung oleh jaringan televisi digital terestrial (DVB-T2), layanan OTT, serta distribusi berbasis internet protocol (IP).
TVRI menilai jalur satelit memiliki tingkat keandalan yang tinggi dalam menghadirkan siaran langsung pertandingan, terutama pada momen-momen penting yang diperkirakan menyedot perhatian publik dalam jumlah besar.
Selain memperluas jangkauan pemirsa, kerja sama ini juga diharapkan mendukung penyelenggaraan nonton bareng (nobar) di berbagai daerah. Dukungan teknologi satelit memungkinkan masyarakat menikmati pertandingan dengan kualitas siaran yang lebih stabil, termasuk di wilayah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur telekomunikasi.
“Semangat kami adalah menghadirkan Piala Dunia FIFA 2026 sebagai tontonan yang dapat dinikmati seluruh masyarakat. Kami ingin euforia sepak bola dunia tidak hanya dirasakan di kota-kota besar, tetapi juga sampai ke berbagai daerah di Indonesia,” kata Fiki.
Sebagai pemegang hak siar, TVRI akan menayangkan seluruh 104 pertandingan Piala Dunia FIFA 2026, mulai dari laga pembuka, fase grup, babak gugur, hingga partai final. Seluruh pertandingan akan disiarkan melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport yang dapat diakses melalui Transvision, K-Vision, dan Indovision.
TVRI menilai kolaborasi tersebut tidak hanya memperkuat distribusi siaran, tetapi juga membuka peluang pengembangan ekosistem penyiaran nasional yang lebih luas. Meski demikian, fungsi utama sebagai lembaga penyiaran publik tetap menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan kerja sama tersebut.
Melalui Piala Dunia FIFA 2026, TVRI ingin menghadirkan pengalaman menonton yang inklusif, berkualitas, dan dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang hingga Merauke.
“Piala Dunia FIFA 2026 menjadi momentum bagi TVRI untuk menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat Indonesia sekaligus memastikan akses yang adil dan merata terhadap tayangan olahraga kelas dunia,” tutup Fiki.




