Trump Keberatan Iran Pungut Biaya Selat Hormuz

Donald Trump (Foto: ABC Australia)

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan ketidaksenangannya terhadap rencana Iran yang disebut akan mengenakan biaya atas akses pelayaran di Selat Hormuz pasca kesepakatan gencatan senjata.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump menyetujui jeda konflik selama dua pekan dengan Iran pada Selasa (7/4) waktu setempat. Kesepakatan itu disebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz harus dilakukan secara penuh, segera, dan tanpa hambatan yang dapat mengganggu arus perdagangan global.

“Pembukaan harus total, cepat, dan aman,” tegasnya.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia. Diperkirakan sekitar 20 persen pasokan minyak global melintasi perairan tersebut, menjadikannya titik krusial dalam stabilitas ekonomi internasional.

Sejak konflik memanas pada akhir Februari 2026, Iran diketahui memperketat pengawasan dan membatasi lalu lintas kapal di kawasan tersebut, yang berdampak pada ketidakpastian pasokan energi global.

Meski telah ada kesepakatan gencatan senjata, Iran dilaporkan tetap mempertahankan kontrol ketat terhadap pergerakan kapal tanker yang melintas di Selat Hormuz.

Tutup