Tarif Transjakarta Akan Disesuaikan, Berapa Besarnya?

Penumpang yang menunggu bus transjakarta di Halte Senen Sentral, Jakarta, FOTO : Faisal Ramadhan/terkenal.co.id

Rencana penyesuaian tarif Transjakarta kembali menjadi perbincangan publik. Setelah hampir 20 tahun mempertahankan tarif Rp3.500, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai membuka peluang untuk melakukan perubahan demi menyesuaikan kebutuhan operasional dan pengembangan layanan transportasi umum.

Wacana tersebut memunculkan beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai kenaikan tarif diperlukan agar kualitas layanan terus meningkat dan tidak terlalu bergantung pada subsidi pemerintah. Namun, ada juga yang khawatir kebijakan itu akan menambah beban pengeluaran masyarakat, terutama pengguna transportasi publik dari kalangan menengah ke bawah.

Pengamat transportasi Djoko Setijowarno menilai pembahasan tarif Transjakarta tidak bisa hanya dilihat dari sisi ekonomi semata. Menurutnya, pemerintah perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat sekaligus memastikan keberlanjutan sistem transportasi massal di Jakarta.

“Kebijakan tarif harus mampu menjaga keseimbangan antara keberlangsungan layanan dan kemampuan masyarakat untuk mengakses transportasi publik,” ujarnya.

Djoko menilai tarif yang tidak berubah sejak 2005 memang perlu dievaluasi. Namun, proses penyesuaiannya harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mengurangi minat masyarakat menggunakan angkutan umum.

Pandangan serupa juga disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung. Menurutnya, tarif Rp3.500 yang berlaku saat ini sudah tidak sebanding dengan biaya operasional layanan yang terus meningkat.

Pramono mencontohkan layanan transportasi yang menghubungkan kawasan Blok M dengan Bandara Soekarno-Hatta. Ia menilai tarif yang terlalu murah sulit dipertahankan jika dibandingkan dengan moda transportasi lain yang melayani rute serupa.

“Tarif yang berlaku sekarang tentu perlu dihitung kembali agar sesuai dengan kondisi operasional saat ini,” kata Pramono.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan belum mengambil keputusan final mengenai besaran tarif baru. Saat ini berbagai skema masih dibahas untuk mencari titik tengah antara kebutuhan operator dan kemampuan masyarakat.

Pemprov berharap kebijakan yang nantinya diambil dapat menjaga kualitas layanan Transjakarta sekaligus tetap menjadikan transportasi publik sebagai pilihan yang terjangkau bagi warga Jakarta.

Tutup