Warga Desak Panitia BPD Desa Jatireja Cikarang Dibentuk Secara Transparan

Ilustrasi demokrasi: shutterstock

Proses pembentukan panitia pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Jatireja tengah menjadi perhatian publik.

Sejumlah warga menyoroti pentingnya transparansi dan netralitas dalam tahapan awal tersebut, guna menjaga kepercayaan masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Sorotan ini mengemuka seiring kekhawatiran adanya potensi intervensi kepentingan tertentu dalam penentuan panitia, yang dinilai dapat memengaruhi jalannya proses demokrasi di tingkat desa.

BPD sendiri memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai lembaga perwakilan masyarakat, tetapi juga sebagai pihak yang terlibat dalam pembentukan panitia Pilkades serta pengawasan jalannya pemilihan.

Salah satu tokoh pemuda Desa Jatireja, Rahman Gholy, menegaskan pentingnya menjaga independensi sejak tahap awal proses.

“Jangan sampai muncul asumsi liar bahwa proses ini diatur untuk kepentingan tertentu. Kita butuh panitia yang netral, bukan yang punya kepentingan,” ujarnya.

Ia menilai keterbukaan informasi menjadi kunci untuk mencegah berkembangnya kecurigaan di tengah masyarakat.

Warga pun mendorong pemerintah desa agar mengumumkan secara terbuka nama-nama panitia yang terlibat dalam proses pemilihan BPD.

Selain itu, masyarakat juga menekankan pentingnya penetapan kriteria yang jelas, termasuk memastikan panitia tidak memiliki afiliasi politik maupun kedekatan dengan pihak tertentu.

Pelibatan unsur masyarakat dari berbagai wilayah di desa juga dianggap penting sebagai bentuk kontrol sosial terhadap jalannya proses tersebut.

Secara regulasi, BPD berfungsi sebagai mitra sekaligus pengawas kinerja pemerintah desa, sehingga independensi lembaga ini dinilai krusial untuk menjaga keseimbangan kekuasaan di tingkat lokal.

Jika proses pembentukannya tidak berjalan objektif, fungsi pengawasan BPD dikhawatirkan akan melemah.

Masyarakat berharap pemerintah Desa Jatireja segera memberikan penjelasan resmi guna meredam spekulasi yang berkembang.

Langkah transparansi dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kondusivitas serta memastikan proses berjalan jujur dan adil.

Tutup