Aliansi Komisariat Bongkar Masalah Internal HMI Cabang Tasikmalaya
Sejumlah kader yang tergabung dalam aliansi komisariat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tasikmalaya menyampaikan kritik keras terhadap kinerja kepengurusan cabang periode 2025–2026.
Aliansi tersebut menilai roda organisasi di bawah kepemimpinan Nazmi Nurazkia tidak berjalan sesuai prinsip konstitusi yang menjadi pedoman utama organisasi kader tersebut.
Dalam pernyataan sikapnya, aliansi komisariat menegaskan bahwa konstitusi HMI merupakan landasan yang tidak dapat ditawar dalam menjalankan kepemimpinan.
Mereka menilai berbagai dinamika yang terjadi menjelang akhir masa kepengurusan justru menunjukkan lemahnya disiplin organisasi dan pengabaian terhadap aturan internal.
“Konstitusi adalah kesepakatan luhur kader HMI yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun,” ujar Subkil Hilal, selaku perwakilan aliansi dalam keterangannya.
Aliansi mencatat sejumlah persoalan mendasar, mulai dari tidak optimalnya pelaksanaan sidang pleno hingga mandeknya realisasi program kerja di berbagai bidang.
Selain itu, mereka juga menyoroti tidak dilakukannya rekonstruksi kepengurusan meski terdapat sejumlah posisi yang kosong akibat pengurus yang tidak aktif.
Kondisi tersebut dinilai berdampak pada terganggunya efektivitas organisasi serta lemahnya koordinasi antara cabang dan komisariat.
“Banyak kesepakatan forum yang tidak dijalankan secara konsisten. Ini menunjukkan adanya problem serius dalam kepemimpinan,” lanjutnya.
Aliansi juga menyoroti minimnya pelaksanaan rapat rutin, baik rapat harian maupun rapat presidium, yang seharusnya menjadi mekanisme kontrol internal organisasi.
Mereka menilai situasi ini mencerminkan ketidakmampuan manajerial dalam menjalankan roda organisasi secara konstitusional.
Atas dasar itu, aliansi komisariat menyatakan kepemimpinan cabang saat ini telah gagal menjalankan amanah organisasi secara disiplin dan bertanggung jawab.
“Berbagai kelalaian ini merupakan bentuk pembangkangan organisatoris yang mencederai marwah HMI,” tegas Subkil.
Aliansi pun mendesak agar segera dilaksanakan Sidang Pleno II sebagai forum evaluasi, serta Konferensi Cabang untuk mempertanggungjawabkan kinerja kepengurusan secara menyeluruh.
Mereka juga mengajak seluruh kader HMI di Tasikmalaya untuk menjaga integritas organisasi dan menegakkan konstitusi demi keberlanjutan kaderisasi.





