Tol Trans Jawa Siaga, Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi 24 Maret
Lonjakan arus balik Lebaran 2026 diprediksi mulai mencapai puncaknya pada Selasa, 24 Maret 2026. Pemerintah melalui berbagai instansi terkait telah mengantisipasi peningkatan volume kendaraan yang diperkirakan kembali menuju wilayah Jabodetabek dalam jumlah besar.
PT Jasamarga Transjawa Tol mencatat, sedikitnya 285 ribu kendaraan diproyeksikan akan melintas pada periode puncak arus balik. Peningkatan arus kendaraan bahkan telah mulai terlihat sejak beberapa hari sebelumnya, menandakan pergerakan pemudik yang kembali ke kota sudah berlangsung lebih awal.
“Kami melihat tren kenaikan volume kendaraan sudah terjadi sejak hari ini, sehingga masyarakat perlu mengantisipasi perjalanan dengan baik,” demikian disampaikan pihak pengelola tol dalam keterangannya.
Untuk mengurai potensi kepadatan, berbagai langkah teknis telah disiapkan. Sebanyak 22 gardu tol di Gerbang Tol Cikampek Utama dioperasikan secara maksimal, ditambah pembukaan akses tambahan di GT Cikampek Utama 8 guna mempercepat transaksi kendaraan.
Selain itu, rekayasa lalu lintas juga menjadi strategi utama. Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri berencana memberlakukan sistem satu arah (one way) dari Gerbang Tol Kalikangkung secara situasional, menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Penerapan rekayasa lalu lintas akan dilakukan secara fleksibel berdasarkan volume kendaraan. Tujuannya agar arus tetap lancar dan tidak terjadi penumpukan panjang,” ujar petugas di lapangan.
Pemerintah turut mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan pulang secara bersamaan pada puncak arus balik. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang saat ini mulai diterapkan di sejumlah instansi.
Dengan fleksibilitas tersebut, pemudik disarankan menunda perjalanan hingga tanggal 25 hingga 27 Maret 2026 untuk menghindari kepadatan ekstrem di jalur utama.
Di sisi lain, pengguna jalan juga diminta lebih disiplin dalam memanfaatkan fasilitas rest area. Pembatasan waktu istirahat maksimal 30 menit dinilai penting untuk menjaga sirkulasi kendaraan tetap berjalan lancar.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak berlama-lama di rest area. Gunakan secukupnya dan bergantian dengan pengguna jalan lain,” kata petugas.
Secara keseluruhan, kelancaran arus balik Lebaran tahun ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur serta kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan. Sinergi antara pemerintah, petugas, dan pengguna jalan menjadi kunci utama agar perjalanan kembali ke kota dapat berlangsung aman dan nyaman.






