Indonesia diperkirakan berpotensi menghadapi fenomena iklim global El Niño pada pertengahan hingga akhir tahun 2026.
Fenomena ini biasanya berdampak pada meningkatnya suhu udara serta berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah, sehingga musim kemarau dapat terasa lebih panjang dan kering dibandingkan kondisi normal.
Berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi iklim pada awal tahun masih berada pada fase netral. Namun peluang kemunculan El Niño diperkirakan mulai meningkat pada semester kedua 2026.
El Niño merupakan fenomena iklim yang terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah hingga timur mengalami pemanasan.
Perubahan suhu tersebut dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia.
Akibatnya, curah hujan di sejumlah daerah berpotensi menurun sehingga beberapa wilayah dapat mengalami kondisi yang lebih kering dibandingkan biasanya.
Selain itu, BMKG juga memprediksi musim kemarau pada tahun 2026 berpotensi datang lebih awal di banyak wilayah Indonesia.
Kondisi ini perlu diantisipasi karena dapat berdampak pada berbagai sektor, mulai dari ketersediaan air, pertanian, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di sejumlah daerah.





