Bocorkan Dokumen ke Media Sosial, ASN Solo Kena Sanksi Potong Gaji
Pemerintah Surakarta atau Solo menjatuhkan sanksi disiplin kepada seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial A yang bekerja di lingkungan kelurahan. Sanksi diberikan setelah pegawai tersebut terbukti mengunggah dokumen milik mantan pembalap Formula 1, Rio Haryanto, ke media sosial.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kota Surakarta, Beni Supartono, menjelaskan bahwa hukuman yang dijatuhkan masuk dalam kategori disiplin tingkat sedang.
“Surat keputusan sanksi sudah kami serahkan kepada yang bersangkutan. Bentuk hukumannya adalah pemotongan gaji pokok sebesar 5 persen selama sembilan bulan,” ujar Beni, Senin (9/3).
Meski dikenai hukuman disiplin, ASN tersebut tetap diperbolehkan menjalankan tugasnya seperti biasa di lingkungan kerjanya. Namun selama masa sanksi berlaku, gaji pokoknya akan dipotong sesuai keputusan yang telah ditetapkan.
Menurut Beni, penjatuhan sanksi tersebut diputuskan melalui rapat bersama sejumlah pihak terkait di lingkungan pemerintah daerah.
Proses pembahasan melibatkan Inspektorat, bagian hukum, Sekretaris Daerah, hingga Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, sebelum keputusan akhir ditetapkan.
Kasus ini bermula dari unggahan dokumen surat pengantar milik Rio Haryanto yang berkaitan dengan rencana pernikahannya. Dokumen tersebut diunggah oleh ASN berinisial A melalui fitur story di media sosial.
Unggahan tersebut menampilkan dokumen tanpa menyamarkan informasi yang tercantum di dalamnya, sehingga memicu kritik publik karena dinilai melanggar privasi.
Setelah kejadian tersebut viral, Pemerintah Kota Solo langsung melakukan penanganan internal untuk menelusuri sumber kebocoran dokumen.
Selain memberikan sanksi disiplin kepada pegawai yang bersangkutan, Pemkot Solo juga menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada Rio Haryanto.
“Kami sudah menyampaikan secara langsung kepada Mas Rio bahwa proses penanganan kasus ini tetap berjalan sebagai bagian dari pembinaan internal. Atas nama pemerintah kota, kami juga meminta maaf atas kejadian ini,” kata Beni.



