Derby Indonesia Ternoda, Thom Haye Minta Hentikan Teror ke Keluarga
Euforia kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta pada laga penutup putaran pertama Super League ternoda oleh aksi tidak terpuji oknum suporter. Situasi tersebut mendapat sorotan langsung dari pemain naturalisasi Indonesia, Thom Haye.
Melalui akun Instagram pribadinya, @tomhaye, Thom menyampaikan pesan reflektif tak lama setelah laga bertajuk Derby Indonesia itu berakhir. Meski Persib sukses mengamankan poin penuh, Haye mengaku justru merasakan kesedihan atas berbagai insiden yang terjadi, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Dalam unggahan Insta Story-nya, Thom Haye menyesalkan banyaknya perilaku tidak sopan serta pelanggaran keras yang dinilainya tidak perlu sepanjang pertandingan. Menurutnya, laga dengan tensi tinggi seharusnya tetap menjunjung sportivitas dan tidak mengorbankan kualitas permainan.
“Terlalu banyak pertandingan dibayangi oleh perilaku tidak sopan dan pelanggaran yang tidak perlu. Sangat mungkin melihat pemain berkontribusi terhadap ini dan merusak kualitas permainan,” tulis Haye.
Lebih jauh, gelandang berusia 30 tahun itu juga mengungkapkan keprihatinannya atas serangan verbal yang diterima dirinya dan keluarga melalui pesan pribadi di media sosial. Ia mengaku bisa menerima tekanan sebagai bagian dari profesi pesepak bola, namun meminta agar keluarganya tidak ikut menjadi sasaran.
“Saya dapat mengambil banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya ingin dengan hormat meminta orang-orang yang mengirimkan harapan kematian dan pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti,” tegasnya.
Pernyataan Thom Haye tersebut pun menuai respons luas dari warganet. Banyak pihak menilai pesan tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga sportivitas dan etika, terutama dalam pertandingan besar yang menjadi sorotan publik nasional.




