FIFA Larang Layar Pertandingan Diperkecil untuk Iklan di Piala Dunia 2026
FIFA secara resmi melarang praktik penayangan pertandingan Piala Dunia 2026 dengan layar yang diperkecil untuk menampilkan iklan saat laga sedang berlangsung. Kebijakan ini ditegaskan demi menjaga kualitas siaran dan fokus penonton terhadap jalannya pertandingan.
Pemimpin Redaksi TVRI Piala Dunia, Usman Kansong, mengatakan larangan tersebut merupakan ketentuan mutlak dari FIFA yang harus dipatuhi seluruh pemegang hak siar.
“FIFA melarang tayangan Piala Dunia 2026 di layar kaca atau televisi diperkecil untuk menampilkan iklan ketika pertandingan sedang berlangsung,” ujar Usman Kansong, dikutip Senin (6/1/2026).
Menurut Usman, aturan ini diterapkan untuk memastikan pengalaman menonton yang maksimal bagi publik, sekaligus menjaga standar siaran internasional yang telah ditetapkan FIFA. Dengan demikian, penonton dapat menikmati setiap momen pertandingan tanpa gangguan visual dari iklan komersial.
Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya FIFA menjaga integritas siaran Piala Dunia sebagai ajang sepak bola terbesar di dunia. FIFA menilai praktik layar diperkecil berpotensi mengurangi kualitas tontonan dan mengganggu konsentrasi penonton saat pertandingan berlangsung.
Dengan adanya aturan ini, seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 dipastikan akan ditayangkan secara penuh di layar televisi tanpa interupsi iklan visual selama laga berjalan. Iklan hanya diperbolehkan muncul sebelum pertandingan dimulai, saat jeda babak, atau setelah pertandingan berakhir.
Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan jumlah peserta yang diperluas menjadi 48 tim. FIFA berharap standar siaran yang ketat dapat semakin meningkatkan kualitas penyelenggaraan turnamen tersebut.





