Media Israel Sebut Militer Indonesia Berpeluang Kirim Pasukan ke Gaza
Media Israel KAN News melaporkan Indonesia berpotensi menjadi negara pertama yang mengirimkan personel ke Jalur Gaza dalam kerangka Pasukan Stabilisasi Internasional atau International Stabilization Force (ISF). Informasi tersebut muncul di tengah pembahasan lanjutan fase kedua gencatan senjata yang diinisiasi Amerika Serikat.
Dalam laporannya, KAN News menyebut penempatan pasukan Indonesia menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan pascakonflik di wilayah Gaza. Misi tersebut dikaitkan dengan implementasi tahap lanjutan kesepakatan penghentian permusuhan antara pihak-pihak yang bertikai.
“Indonesia akan menjadi negara pertama yang mengirim pasukan ke Gaza dalam kerangka Pasukan Stabilisasi Internasional,” demikian dikutip dari laporan KAN News.
Menurut pemberitaan tersebut, pengiriman personel Indonesia disebut berpeluang direalisasikan dalam beberapa pekan ke depan. Meski belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia, wacana itu disebut sejalan dengan agenda diplomasi tingkat tinggi yang tengah berlangsung.
KAN News juga mengaitkan rencana tersebut dengan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Washington, Amerika Serikat, untuk menghadiri “KTT Perdamaian untuk Kemakmuran” yang digagas Presiden AS Donald Trump pada 19 Februari 2026. Forum tersebut disebut menjadi bagian dari upaya mendorong stabilitas kawasan dan rekonstruksi pascakonflik.
Penempatan pasukan dalam kerangka ISF disebut bertujuan mengawal keamanan serta memastikan implementasi kesepakatan gencatan senjata berjalan efektif pada fase kedua. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Indonesia terkait kemungkinan keterlibatan langsung dalam misi tersebut.
Perkembangan ini menjadi sorotan mengingat Indonesia selama ini dikenal aktif dalam misi perdamaian dunia melalui pengiriman pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).





