Kabupaten Bekasi kian mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) terbesar di Jawa Barat. Meningkatnya mobilitas wisatawan domestik sepanjang 2025 tidak hanya tercermin dari angka kunjungan, tetapi juga berdampak langsung pada sektor perhotelan dan ekonomi lokal.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah perjalanan wisnus ke Kabupaten Bekasi pada periode Januari hingga Oktober 2025 mencapai 11,02 juta perjalanan. Capaian ini melonjak 25,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 8,78 juta perjalanan.
Peningkatan arus wisatawan tersebut turut mendorong tingkat hunian hotel di wilayah ini. BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) gabungan hotel bintang dan nonbintang pada Oktober 2025 mencapai 41,36 persen. Angka ini naik 3,13 poin dibandingkan September 2025 yang berada di level 38,23 persen.
Mayoritas wisatawan yang datang ke Kabupaten Bekasi berasal dari wilayah penyangga Jabodetabek dan sekitarnya. Kota Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bogor menjadi kontributor utama dengan porsi mencapai 70,76 persen dari total perjalanan wisnus.
Kedekatan geografis serta kemudahan akses transportasi dinilai menjadi faktor utama tingginya kunjungan dari daerah sekitar. Kabupaten Bekasi kerap menjadi tujuan perjalanan singkat, baik untuk keperluan rekreasi, bisnis, maupun kunjungan keluarga.
Sebaliknya, kontribusi wisnus dari daerah yang lebih jauh relatif kecil. Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Pangandaran, dan Kota Banjar tercatat sebagai daerah asal dengan jumlah perjalanan terendah ke Kabupaten Bekasi.
BPS mendefinisikan wisatawan nusantara sebagai penduduk yang melakukan perjalanan di dalam wilayah Indonesia kurang dari 12 bulan, tidak untuk bekerja atau sekolah, serta tidak bertujuan memperoleh penghasilan di daerah tujuan.
Tren peningkatan wisnus ini menjadi sinyal positif bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah. Selain sektor perhotelan, peningkatan kunjungan juga berpotensi menggerakkan sektor pendukung lain seperti kuliner, transportasi, dan jasa, sekaligus membuka peluang pengembangan destinasi wisata berbasis lokal di Kabupaten Bekasi.




