Ayah di Sibolga Menangis Tiga Hari Cari Putrinya yang Hilang Tertimbun Longsor

Video yang pertama kali diunggah akun Instagram @nuelgiann, Senin (1/12/2025), memperlihatkan seorang pria paruh baya duduk di atas tumpukan material longsor.

Sebuah pemandangan pilu kembali menguras air mata publik setelah video seorang ayah yang terus mencari putrinya selama tiga hari pascalongsor di Sibolga viral di media sosial. Meski kondisi tubuh semakin melemah, sang ayah tetap bertahan di lokasi bencana, menolak meninggalkan area pencarian hingga anak perempuannya ditemukan.

Momen Haru Seorang Ayah yang Tak Menyerah

Video yang pertama kali diunggah akun Instagram @nuelgiann, Senin (1/12/2025), memperlihatkan seorang pria paruh baya duduk di atas tumpukan material longsor. Wajahnya penuh lumpur dan kesedihan yang mendalam. Dalam video itu, ia menangis sambil melantunkan doa dalam bahasa Batak, mengungkapkan betapa rindunya ia kepada sang putri yang belum ditemukan.

“Nga tolu hari ho boru dang marna tarida… Tuhan patuduhon ma boruki…”
(Sudah tiga hari kamu Nak belum terlihat… Tuhan, tunjukkanlah anakku…)

Ungkapan itu menjadi simbol kepedihan yang dirasakan seorang ayah yang tengah menunggu keajaiban di tengah reruntuhan.

Upaya Evakuasi Memasuki Hari Ketiga

Sejak bencana longsor terjadi, tim SAR gabungan, relawan, dan aparat gabungan terus melakukan pencarian di titik-titik yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban. Meski berkali-kali dibujuk untuk pulang dan beristirahat, sang ayah tetap menolak. Ia memilih bertahan di lokasi dengan keyakinan kuat bahwa putrinya masih dapat ditemukan.

Petugas di lapangan mengaku tersentuh oleh semangat sang ayah yang terus menyisir area longsor, meski fisiknya semakin melemah akibat kelelahan dan cuaca tidak menentu.

Harapan Terakhir Keluarga

Keluarga besar korban berharap proses pencarian dapat menemukan sang putri—baik dalam keadaan selamat maupun setidaknya dapat segera dipulangkan kepada keluarga. Kisah ini sekaligus menjadi gambaran betapa besar pengorbanan orang tua dalam situasi bencana.

Peringatan Akan Ancaman Bencana Alam

Peristiwa longsor di Sibolga ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan, terutama di tengah musim penghujan yang rawan memicu tanah longsor dan banjir. Pemerintah daerah mengimbau warga yang tinggal di area rawan bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan demi meminimalkan risiko jatuhnya korban jiwa.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih terus berlangsung.

Tutup