Polisi Inggris Kerahkan Tim Bom di RAF Fairford

RAF Fairford, Inggris.

Sejumlah warga yang tinggal di sekitar pangkalan udara RAF Fairford, Inggris, dievakuasi setelah polisi menangkap beberapa pria yang diduga terlibat dalam pelanggaran terkait bahan peledak.

Polisi Gloucestershire menetapkan kejadian tersebut sebagai “insiden besar” dan mengerahkan tim khusus penjinak bahan peledak untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kendaraan.

Warga dari beberapa rumah di kawasan Whelford, Inggris barat daya, dipindahkan ke sebuah pusat rekreasi yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya aparat memastikan keselamatan masyarakat selama proses pemeriksaan berlangsung.

Sekitar 30 kendaraan darurat, yang terdiri dari mobil polisi, ambulans, dan kendaraan pemadam kebakaran, dikerahkan di kawasan Fairford.

Keamanan RAF Fairford Diperketat

Insiden tersebut mendapat perhatian lebih karena RAF Fairford digunakan oleh militer Amerika Serikat dalam sejumlah operasi yang berkaitan dengan konflik AS-Israel dan Iran.

Polisi bersenjata juga terlihat mengamankan akses menuju gerbang utama pangkalan. Namun, hingga kini belum terdapat keterangan resmi yang menyatakan bahwa insiden tersebut berkaitan dengan Iran ataupun bahwa RAF Fairford menjadi sasaran serangan.

Angkatan Udara AS menyatakan mengetahui laporan mengenai kejadian tersebut. Meski demikian, pihak AS belum memberikan rincian mengenai langkah pengamanan yang diterapkan di dalam pangkalan.

Unit 501st Combat Support Wing milik AS yang bermarkas di Inggris, bersama personel militer Amerika lainnya, disebut meningkatkan kewaspadaan untuk melindungi personel serta keluarga mereka.

RAF Fairford Pernah Digunakan dalam Operasi AS

RAF Fairford sebelumnya menjadi salah satu pangkalan yang digunakan untuk mendukung operasi militer Amerika Serikat.

Pada Maret 2026, tiga pesawat pembom B-1B Lancer milik AS dilaporkan mendarat di pangkalan tersebut setelah berlangsungnya operasi yang diyakini berkaitan dengan misi serangan Amerika terhadap Iran dari pangkalan di Inggris.

Kondisi tersebut membuat setiap insiden keamanan di sekitar RAF Fairford menjadi perhatian, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington, Tel Aviv, dan Tehran.

Pada Juli 2026, Korps Garda Revolusi Islam Iran juga dilaporkan memperingatkan bahwa pangkalan-pangkalan yang digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Iran dapat dianggap sebagai target yang sah.

Meski demikian, tidak ada keterangan dari otoritas Inggris yang menghubungkan peringatan tersebut dengan insiden terbaru di sekitar RAF Fairford.

Penyelidikan polisi masih berlangsung. Sampai ada informasi resmi lebih lanjut, hubungan antara penangkapan terkait bahan peledak tersebut dengan konflik AS-Israel dan Iran belum dapat dipastikan.

Tutup