Kulit Berminyak, Ini Cara Bikin Makeup Lebih Awet

Ilustrasi kulit wajah

Menjaga makeup tetap rapi pada kulit berminyak bukan hanya soal memilih foundation atau menambahkan bedak setelah wajah mulai mengilap. Persiapan kulit sebelum menggunakan makeup juga berperan penting agar produk lebih menyatu dan tampilan wajah tetap nyaman sepanjang hari.

Pada kulit berminyak, produksi sebum yang tinggi sering membuat area T-zone lebih cepat terlihat mengilap. Kondisi tersebut juga dapat membuat pori-pori tampak semakin jelas, terutama ketika wajah dilihat dari jarak dekat atau berada di bawah kamera.

Untuk mengatasinya, sebagian orang biasanya mengandalkan loose powder, setting powder, maupun blotting paper. Produk tersebut dapat membantu mengurangi minyak di permukaan kulit, tetapi efeknya berbeda dengan perawatan yang dilakukan sejak tahap skin prep.

Data consumer study yang dikutip La Roche-Posay menunjukkan sekitar 64 persen masyarakat Indonesia memiliki profil kulit berminyak. Kondisi tersebut umumnya juga berkaitan dengan keluhan kulit terlihat greasy dan pori-pori yang tampak lebih besar.

Secara dermatologis, produksi sebum memang dapat memengaruhi tampilan pori. American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa kulit berminyak dan pori yang tersumbat dapat membuat pori terlihat lebih besar.

Karena itu, persiapan sebelum makeup sebaiknya tidak hanya mengejar hasil akhir yang matte. Menjaga kulit tetap terhidrasi sekaligus mengelola produksi minyak menjadi bagian penting dari rutinitas.

1. Jangan Menghindari Pelembap

Salah satu anggapan yang cukup umum adalah kulit berminyak tidak membutuhkan pelembap karena sudah menghasilkan banyak minyak. Padahal, kulit tetap membutuhkan hidrasi agar fungsi pelindungnya terjaga.

AAD merekomendasikan penggunaan pelembap setelah membersihkan wajah, termasuk bagi pemilik kulit berminyak atau yang rentan mengalami jerawat.

Pilih formula yang ringan, oil-free, dan non-comedogenic agar lebih sesuai untuk karakter kulit berminyak. Kulit yang terhidrasi juga dapat menjadi permukaan yang lebih nyaman sebelum foundation dan produk base makeup lainnya digunakan.

2. Bedakan Mengurangi Kilap dan Mengontrol Sebum

Menggunakan blotting paper atau bedak dapat membantu menyerap minyak yang sudah muncul di permukaan wajah. Namun, langkah tersebut tidak sama dengan perawatan yang ditujukan untuk membantu mengontrol sebum dari sumbernya.

Dr. Stanley Setiawan, Sp.D.V.E., FINSDV, FAADV, Indonesia Board Certified Dermatologist, menjelaskan bahwa memahami mekanisme pori menjadi bagian penting dalam menangani masalah kulit berminyak.

“Kunci dari menjawab concern ini ada pada memahami cara kerja pori-pori di kulit, yaitu bukaan kecil pada kulit yang menjadi jalur tumbuhnya rambut halus maupun kelenjar minyak (sebaceous gland). Seringkali, keluhan konsumen dengan oily skin disebabkan oleh produksi sebum berlebih dari dalam kelenjar minyak yang membuat pori menjadi lebih stretched dari bawah permukaan kulit.”

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa kulit berminyak tidak cukup ditangani hanya dengan menghilangkan kilap ketika minyak sudah muncul. Rutinitas perawatan yang seimbang tetap diperlukan.

3. Pertimbangkan Kandungan yang Sesuai

Pemilihan kandungan dalam skincare juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan kulit. Salah satunya adalah salicylic acid, yang dikenal membantu proses eksfoliasi serta membersihkan sumbatan pada pori.

AAD juga memasukkan salicylic acid sebagai salah satu kandungan yang dapat membantu mengurangi minyak dan menangani pori yang tersumbat.

Selain itu, niacinamide juga banyak digunakan dalam produk perawatan untuk kulit berminyak. Sejumlah penelitian klinis menunjukkan penggunaan niacinamide secara topikal dapat memengaruhi beberapa parameter produksi sebum pada kondisi tertentu.

Meski demikian, penggunaan bahan aktif tetap perlu dilakukan secara proporsional. Eksfoliasi atau penggunaan produk yang terlalu mengeringkan kulit justru berpotensi menyebabkan iritasi.

4. Jadikan Pelembap Bagian dari Skin Prep

Setelah membersihkan wajah, pelembap dapat menjadi salah satu tahapan penting sebelum mengaplikasikan makeup. Untuk kulit berminyak, pemilihan tekstur dan formula menjadi hal yang perlu diperhatikan.

La Roche-Posay, misalnya, memperkenalkan Effaclar Supramolecular sebagai pelembap harian untuk kulit berminyak. Produk tersebut menggunakan teknologi Supramolecular yang dipatenkan dan mengombinasikan Salicylic Acid serta Niacinamide melalui mekanisme temporary bonding dan struktur nano-sized.

Berdasarkan klaim produk, formula tersebut ditujukan untuk membantu mengontrol tampilan minyak sekaligus memberikan hidrasi. La Roche-Posay juga mengklaim efek Matte Hydration hingga 48 jam serta membantu menyamarkan tampilan pori dan kilap.

Klaim tersebut merupakan informasi dari pihak produsen, sehingga hasil penggunaan dapat berbeda pada setiap individu.

5. Lanjutkan dengan Base Makeup yang Tepat

Setelah skin prep selesai, pemilihan produk makeup juga perlu disesuaikan dengan karakter kulit. Kulit yang sangat berminyak dapat membuat base makeup lebih mudah bergeser, sedangkan penggunaan produk mattifying secara berlebihan dapat membuat kulit terasa terlalu kering.

Karena itu, prinsip utama yang perlu diperhatikan adalah keseimbangan. Bersihkan wajah secara lembut, gunakan pelembap yang sesuai, kemudian aplikasikan sunscreen pada pagi atau siang hari sebelum melanjutkan ke tahap makeup.

Untuk produk kosmetik, AAD menyarankan pemilik kulit berminyak atau rentan berjerawat mempertimbangkan formula oil-free dan non-comedogenic.

Dengan skin prep yang sesuai, tujuan penggunaan makeup bukan sekadar menutupi kilap, tetapi menciptakan dasar kulit yang lebih nyaman sehingga base makeup dapat terlihat lebih menyatu dan tidak cepat bergeser.

Tutup