Komisi IV DPRD Kota Bekasi Minta 53 Puskesmas Terapkan Double Check
Anggota Komisi IV DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Ahmadi Madong, meminta seluruh 53 Puskesmas di Kota Bekasi menerapkan sistem pemeriksaan berlapis (double check) sebelum memberikan vaksin kepada balita. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan ketepatan pemberian vaksin sekaligus mencegah terjadinya kesalahan prosedur.
Permintaan itu disampaikan Ahmadi saat menggelar Reses II DPRD Kota Bekasi Tahun Anggaran 2026 di lingkungan RW 12, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih.
Lebih lanjut, sebelum penyuntikan dilakukan, tenaga kesehatan wajib melakukan verifikasi ulang terhadap identitas pasien, jenis vaksin yang akan diberikan, serta riwayat imunisasi balita dengan melibatkan orang tua.
“Harusnya ada pemeriksaan berlapis atau double check sebelum melakukan vaksinasi. Tenaga medis harus bertanya kepada orang tua balita, anak ini akan divaksin apa dan sebelumnya sudah menerima vaksin apa. Semua itu harus dipastikan terlebih dahulu sebelum penyuntikan dilakukan,” ujar Ahmadi.
Desakan tersebut muncul menyusul adanya dugaan kesalahan prosedur vaksinasi terhadap seorang bayi berusia sembilan bulan di Puskesmas Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat. Peristiwa itu menjadi perhatian publik dan dinilai sebagai momentum untuk memperkuat standar pelayanan imunisasi di seluruh fasilitas kesehatan milik pemerintah.
Ahmadi menegaskan, penerapan double check harus menjadi prosedur wajib di seluruh Puskesmas agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Saya meminta seluruh 53 Puskesmas di Kota Bekasi menerapkan double check sebelum vaksinasi dilakukan. Jangan sampai ada lagi kesalahan dalam pemberian vaksin. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama dalam setiap pelayanan kesehatan,” tegasnya.
Kendati begitu, legislator yang mewakili daerah pemilihan Jatiasih, Pondokmelati, dan Jatisampurna itu mengimbau masyarakat agar tidak takut membawa anaknya untuk mengikuti program imunisasi. Menurutnya, vaksinasi tetap merupakan program nasional yang penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kekebalan tubuh balita.
“Jangan takut untuk vaksinasi. Pemerintah tentu akan memastikan pelayanan semakin baik dan sesuai prosedur. Vaksinasi tetap penting untuk melindungi anak-anak dari berbagai penyakit,” pungkasnya.



