Koalisi Seni berkolaborasi dengan White Shoes & The Couples Company dan RURU Shop

White Shoes & The Couples Company. Foto: Demajors

JAKARTA – Seringkali, sebuah karya seni yang dianggap magis oleh para pencinta seni tidak sama dengan apa yang diterima oleh orang awam. Pecinta seni memiliki pengetahuan dan bekal pengalaman yang banyak sehingga mereka bisa menilai suatu karya bisa disebut sebagai seni yang baik atau tidak.

Hal itu pun berkaitan bagaiamana merawat dan berinovasi kesenian tetap menjaga dan berdampak besar.

“Kreativitas yang bebas diekspresikan membantu kita jadi lebih sehat jiwa dan bahagia. Inilah pentingnya kebebasan berkesenian, yang jika dipenuhi akan berdampak besar bagi kesejahteraan masyarakat,” Retha, melalui siaran pers, Selasa (14/12/2021).

Kini, Koalisi Seni berkolaborasi dengan White Shoes & The Couples Company (WSATCC) dan RURU Shop. 

Kolaborasi ini terwujud dalam bentuk tiga kelas seni daring serta paket #merawatseni berisi tas selempang, buku sketsa, pensil, emblem bordir, dan stiker.

 

BB6EFB76 2FC1 47EF 82D2 410F610B3F6D e1639546343358
Paket #merawatseni. (Dok. Koalisi Seni)

Tas selempang dan buku sketsa dalam paket tersebut menampilkan karya gambar dari vokalis WSATCC, Aprilia Apsari, berjudul Sanggar Lukis Anak-Anak, yang menekankan pentingnya merawat proses berkesenian sejak dini. 

Adapun kelas seni yang diampu personel WSATCC dan manajer WSATCC bersama RURU Shop akan menjadi sesi berbagi dengan peserta untuk mengembangkan kemampuan menggambar, bermain musik, serta membuat merchandise musik. Tiga kelas seni ini akan digelar pada Desember 2021.

“Merawat proses berkesenian buat kita penting. Musik tidak akan ada tanpa memperhatikan tahapan proses kreatif. Proses itu selalu dirawat sama White Shoes, misalnya dalam tahapan pembuatan album, lagu, dan video klip, juga turunannya seperti membuat merchandise,” kata Saleh Husein, gitaris WSATCC yang dikutip dari hypeabis.id/read/8938/koalisi-seni-berkolaborasi-mengajak-melek-proses-berkesenian.

Selain itu, kata drummer WSATCC John Navid, melalui proses panjang ini bandnnya menemukan ide-ide baru untuk karyanya. 

“Nongkrong, berkumpul, berstrategi, berinteraksi langsung. Bisa juga saat nonton film dan konser bareng, atau naik sepeda dan berenang bareng. Tapi yang paling penting adalah makan bareng. Karena di saat kita makan bareng, mau mengkritik atau mau diskusi apapun juga rasanya jadi lebih intim dan rileks,” tuturnya dia.

Shop Manager RURU Shop, Zellda Alienpang, berpendapat membeli merchandise seniman juga cara tepat untuk merawat proses berkesenian. 

“Misal kita mau membeli oleh-oleh atau kado, carilah produk-produk dari seniman. Dengan begitu, si seniman jadi terbantu dan lebih semangat berkreasi,” ucapnya. 

Dengan gotong royong, harapannya ada lebih banyak orang yang lebih peduli merawat proses berkesenian guna mendukung ekosistem seni Indonesia yang makin sehat.

Hanya ada maksimal 200 paket eksklusif tersedia, yang bisa didapatkan melalui pra-pesan (pre-order) hingga 24 Desember 2021 di lokapasar tokopedia.com/tokokoalisiseni.

Editor: Ardi Priana

Tutup