Kenaikan Bantuan Dana Parpol di Bekasi Dipertanyakan
BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi menaikan anggaran bantuan dana partai politik, Kenaikan tersebut akan membuat dana bantuan parpol bertambah dari Rp1.500 menjadi Rp6.000 per suara dan mulaik efektif di Tahun 2022.
”Kenaikan Rp.6000 itu berdasarkan hasil kajian kami bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD),” kata Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bekasi Juhandi, Kamis (30/12/2021).
https://terkenal.co.id/read/news/6231/dana-bantuan-parpol-jakarta-di-gocek-kabupaten-bekasi/
Menangapi hal tersebut, Direktur Jaringan Muda Politik dan Demokrasi (JMPD) Indonesia mempertanyakan apakah kenaikan sudah melalui proses kajian dengan masyarakat atau belum.
“Sekarang kita bertanya, sudah dikaji bersama masyarakat belum? selaku pemegang kekuasaan tertinggi dalam politik,” Ujar pria lulusan S2 ini, Ikhwan. (1/1/2022).
Ikhwan juga menyampaikan bahwa, kenaikan anggaran partai politik hanya akan membebani pemerintah saja.
Pasalnya, dalam pemulihan kondisi Covid-19, pemerintah harusnya mengutamakan sektor-sektor yang terdampak langsung, bukan hanya menaikan anggaran politik.
“Kita ini masih dalam masa pemulihan ekonomi pasca Covid-19, harusnya sektor ekonomi kerakyatan yang dinaikan anggaran bantuannya, bukan partai politik,” ucapnya dia.
Ia menyayangkan dengan adanya kenaikan anggaran bantuan parpol, padahal peran partai politik di Kabupaten Bekasi belum maksimal.
“Coba kita lihat, mana partai politik di Kabupaten Bekasi sudah melaksanakan pendidikan politik untuk masyarakat selain kampanye?” tuturnya.
“Untuk pelatihan kader-kadernya saja masih minim, apalagi untuk masyarakat?, maksimalkan dulu anggaran yang ada, berbuat dulu, baru dinaikan,” Lanjut kata dia.
Ia juga berharap, jika kenaikan anggaran bantuan parpol ini tetap dilaksanakan, harus ada transparansi semua partai politik.
“Kalau memang telanjur dilaksanakan, kami sebagai masyarakat meminta agar Pemerintah dan partai politik transparan,” ungkap Ikhwan.
“Buat laporannya, laporkan secara transparan di media sosial atau ruang publik lainnya. Agar masyarakat percaya dana tersebut untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Bekasi,”tutup Ikhwan.
Editor: Ardi Priana




