Kapan Waktu yang Tepat untuk Tidur Siang?

Ilustrasi tidur

Keinginan untuk tidur pada siang hari tidak selalu menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan tidur. Rasa lelah yang muncul setelah beraktivitas perlu dibedakan dari rasa mengantuk karena keduanya dapat memberikan respons yang berbeda terhadap kebiasaan tidur siang.

Terapis tidur Jessica Fink, LCSW-S, menjelaskan seseorang yang benar-benar mengantuk biasanya menunjukkan sejumlah tanda fisik. Kondisi tersebut antara lain mata mulai terpejam, kepala mengangguk, hingga kesulitan mempertahankan fokus.

Sementara itu, rasa lelah belum tentu membuat seseorang membutuhkan tidur. Ketika tubuh hanya terasa letih tetapi belum menunjukkan tanda mengantuk, Fink menyarankan untuk melakukan aktivitas ringan seperti berdiri dan bergerak.

Menurut Fink, tidur siang dalam kondisi tersebut justru dapat mengurangi dorongan alami tubuh untuk tidur pada malam hari. Dorongan tidur ini dikenal sebagai sleep drive, yakni salah satu mekanisme yang membantu tubuh membangun kebutuhan tidur sepanjang hari.

Kondisi itu menjadi lebih penting bagi orang yang sudah mengalami gangguan tidur atau insomnia. Tidur siang ketika tubuh sebenarnya belum membutuhkan tidur dapat membuat rasa kantuk pada malam hari berkurang sehingga seseorang semakin sulit terlelap.

Sebaliknya, tidur siang tetap dapat memberikan manfaat bagi orang yang memang mengalami kantuk berat pada siang hari. Berdasarkan laporan Real Simple yang dikutip Selasa (8/9) waktu setempat, Fink menyebut tidur siang dapat membantu kelompok tertentu, termasuk pekerja shift, penderita narkolepsi, maupun orang yang mengalami rasa kantuk berlebihan pada siang hari.

Jika memang membutuhkan tidur siang, durasi menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Fink menyarankan tidur sekitar 20 menit agar tubuh memperoleh kesempatan beristirahat tanpa terlalu jauh masuk ke fase tidur yang lebih dalam.

Ia juga menyarankan penggunaan alarm dengan pengaturan sekitar 30 menit. Langkah tersebut dapat membantu mencegah tidur siang berlangsung terlalu lama dan mengurangi kemungkinan terbangun dalam kondisi linglung.

Selain durasi, waktu tidur siang juga perlu disesuaikan dengan ritme sirkadian tubuh. Fink mengatakan tubuh umumnya mengalami penurunan energi sekitar tujuh hingga sembilan jam setelah seseorang bangun dari tidur malam.

Periode tersebut dapat menjadi salah satu waktu yang sesuai untuk beristirahat sejenak. Dengan memilih waktu pada awal hingga pertengahan siang, tidur siang diharapkan tidak terlalu mengganggu dorongan tidur ketika malam tiba.

Karena itu, sebelum memutuskan untuk tidur siang, seseorang disarankan mengenali kondisi tubuh terlebih dahulu. Jika yang dirasakan hanya kelelahan setelah beraktivitas, bergerak atau melakukan aktivitas ringan bisa menjadi pilihan dibandingkan langsung tidur.

Namun, ketika tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda mengantuk yang nyata, tidur siang singkat dapat membantu memulihkan kewaspadaan. Kuncinya adalah menyesuaikan tidur siang dengan kebutuhan tubuh, durasi yang tepat, serta waktu yang tidak mengganggu pola tidur malam.

Tutup