Kapal tanker minyak Yunani terbakar
[ad_1]
Sounion sedang dalam perjalanan dari Irak ke Athena ketika diserang oleh lebih dari selusin orang di dua perahu kecil.
Sebanyak 25 awak telah diselamatkan dari kapal tanker minyak berbendera Yunani setelah terbakar setelah beberapa kali serangan di Laut Merah.
Sounion diserang oleh lebih dari selusin orang di dua perahu kecil yang menembakkan beberapa proyektil ke kapal tersebut ketika berada sekitar 77 mil laut (143 km) di sebelah barat kota pelabuhan Yaman, Hodeidah, pada Rabu pagi, kata kementerian pelayaran Yunani dan Operasi Perdagangan Maritim Inggris Raya (UKMTO).
Terjadi baku tembak singkat, kata UKMTO. Dalam pembaruan selanjutnya, disebutkan kapal melaporkan serangan lain yang menyebabkan kebakaran dan menyebabkan kapal kehilangan tenaga mesin dan kemampuan bermanuver.
Pada hari Kamis, misi angkatan laut Laut Merah Uni Eropa mengatakan pihaknya menanggapi permintaan dari perusahaan pelayaran dan kapten kapal serta mengirim satu unit untuk memberikan perlindungan kepada awak yang terdiri dari 23 warga Filipina dan dua warga Rusia.
Para awak kapal meninggalkan kapal dan diselamatkan oleh misi Uni Eropa, kata seorang pejabat kepada kantor berita Reuters. Tidak ada laporan korban luka.
Saat mendekati daerah tersebut pada hari Kamis, “sebuah USV (Kendaraan Permukaan Tak Berawak) berhasil dinetralisir karena menimbulkan ancaman terhadap MV SOUNION dan awaknya”, pejabat misi tersebut menambahkan.
Menteri Urusan Maritim Yunani Christos Stylianides mengutuk apa yang ia gambarkan sebagai “pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional dan ancaman serius terhadap keamanan pelayaran internasional”.
Yunani mengatakan kapal itu bisa saja terkena rudal atau pesawat tak berawak.
Kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran mulai menyerang pelayaran internasional di dekat Yaman November lalu, dengan mengatakan bahwa tindakan itu sebagai bentuk solidaritas dengan Palestina atas perang di Gaza. Kelompok Houthi belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan Sounion.
Delta Tankers, operator kapal, mengonfirmasi kapal tersebut terombang-ambing dan mengalami kerusakan ringan.
Kapal itu sedang dalam perjalanan dari Irak ke pelabuhan dekat Athena di mana terdapat banyak kilang minyak, kata otoritas pelabuhan Yunani.
Kapal tersebut merupakan kapal ketiga yang dioperasikan Delta Tankers yang menjadi sasaran. Awal bulan ini, kapal tanker Delta Atlantica dan Delta Blue yang berbendera Liberia diserang dalam serangan terpisah.
Dalam insiden lain di sebelah selatan kota pelabuhan Aden di Yaman, sebuah kapal dagang melaporkan lima ledakan di perairan terdekat, kata UKMTO, yang kemudian mengidentifikasi kapal tersebut sebagai SW North Wind I yang berbendera Panama. Awak kapal dilaporkan tidak terluka dan kapal tersebut melanjutkan perjalanan ke pelabuhan persinggahan berikutnya, tambahnya.
Serangan Houthi telah mendorong banyak pemilik kapal untuk menghindari wilayah Laut Merah dan mengirim kapal mereka ke rute yang lebih panjang dan lebih mahal di sekitar ujung selatan Afrika.
[ad_2]
Sumber: aljazeera.com





