Iran Sebut AS Ganggu Pelayaran Global
Ketegangan geopolitik di kawasan Teluk kembali meningkat setelah Ketua Parlemen Iran, Mohammad Ghalibaf, melontarkan tudingan keras terhadap Amerika Serikat. Ia menilai Washington telah mengganggu stabilitas pelayaran dan distribusi energi di kawasan strategis Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya melalui platform X pada Senin (5/5), Ghalibaf menyebut dinamika baru tengah terbentuk di kawasan tersebut, seiring dimulainya inisiatif yang disebut “Project Freedom” oleh Presiden Donald Trump.
“Situasi baru di Selat Hormuz sedang terbentuk,” tulis Ghalibaf dalam unggahannya.
Menurutnya, langkah Amerika Serikat bersama sekutunya, termasuk dugaan pelanggaran kesepakatan gencatan senjata dan penerapan blokade, justru memperkeruh situasi di jalur pelayaran global yang krusial tersebut.
Ia menilai tindakan tersebut secara langsung berdampak pada keamanan distribusi energi dunia.
“Amerika Serikat dan sekutunya telah mengganggu keamanan pelayaran dan distribusi energi di kawasan ini,” tegasnya.
Selat Hormuz sendiri dikenal sebagai salah satu titik vital distribusi energi dunia, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dari kawasan Timur Tengah ke berbagai negara. Gangguan di wilayah ini berpotensi memicu dampak luas terhadap ekonomi global.
Ghalibaf menilai kebijakan Washington tidak hanya meningkatkan eskalasi konflik, tetapi juga menciptakan ketidakpastian bagi stabilitas kawasan yang selama ini sudah rentan.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa tekanan yang diberikan Amerika Serikat tidak akan melemahkan posisi Iran. Sebaliknya, Teheran disebut siap menghadapi setiap perkembangan situasi yang terjadi.
“Langkah-langkah ini tidak akan berhasil,” ujarnya, menegaskan sikap Iran terhadap tekanan tersebut.
Ia bahkan menyiratkan bahwa kondisi saat ini justru menjadi titik awal fase baru dalam dinamika konflik antara kedua negara, bukan tanda kemunduran bagi Iran.





