Iran Izinkan Kapal Irak Melintas di Selat Hormuz

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari.

Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, menyatakan bahwa kapal-kapal milik Irak tetap diperbolehkan melintasi Selat Hormuz di tengah kebijakan pembatasan yang diberlakukan Iran terhadap jalur tersebut.

Dalam pernyataan video berbahasa Arab yang dirilis pada Jumat, Zolfaghari menegaskan bahwa Irak mendapat pengecualian khusus dari kebijakan tersebut. Ia menyebut pembatasan hanya ditujukan kepada negara-negara yang dianggap sebagai lawan dalam konflik yang sedang berlangsung.

“Irak dikecualikan dari seluruh pembatasan yang kami terapkan di Selat Hormuz,” ujar Zolfaghari, menegaskan posisi Iran terhadap negara tetangganya tersebut.

Kebijakan selektif ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, di mana Iran memperketat kontrol terhadap Selat Hormuz sebagai jalur vital distribusi energi global.

Langkah tersebut berdampak signifikan terhadap arus perdagangan minyak dan gas. Sejumlah laporan menyebut pengiriman energi melalui jalur itu mengalami penurunan tajam akibat pembatasan yang diterapkan.

Kondisi ini turut memberikan tekanan besar terhadap negara-negara yang bergantung pada jalur tersebut, termasuk Irak yang memiliki keterkaitan erat dalam distribusi energi kawasan.

Dengan memberikan pengecualian kepada Irak, Iran dinilai berupaya menjaga hubungan regional tertentu sekaligus mempertahankan pengaruhnya di tengah konflik yang melibatkan kekuatan besar.

Di sisi lain, kebijakan ini juga memperlihatkan bagaimana Selat Hormuz digunakan sebagai instrumen geopolitik. Penguasaan atas jalur strategis tersebut memungkinkan Iran menekan lawan sekaligus mengatur dinamika ekonomi kawasan.

Tutup