IHSG Ditutup Hijau, Investor Serbu Saham Dividen
Pasar modal Indonesia membuka pekan ini dengan sentimen positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sepanjang perdagangan sesi pertama pada Senin, 25 Mei 2026, ditopang aksi beli investor serta momentum pembagian dividen sejumlah emiten besar.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup menguat 57,304 poin atau naik 0,93 persen ke level 6.219,349 pada akhir sesi I. Kenaikan tersebut memperpanjang tren positif yang mulai terlihat sejak pembukaan perdagangan pagi hari.
Sejak awal perdagangan, indeks sudah bergerak di zona hijau. IHSG sempat naik sekitar 25 poin ke level 6.187 sebelum akhirnya melanjutkan penguatan hingga jeda siang.
Aktivitas transaksi di pasar saham juga terpantau cukup ramai. Nilai perdagangan pada sesi pertama mencapai sekitar Rp796 miliar dengan volume transaksi menembus 1,66 miliar lembar saham. Transaksi tersebut tercatat dalam lebih dari 99 ribu kali frekuensi perdagangan.
Salah satu sentimen yang menjadi perhatian pelaku pasar datang dari musim pembagian dividen sejumlah emiten besar. Beberapa perusahaan memasuki masa cum date dividen pada hari yang sama sehingga ikut mendorong minat investor.
Emiten petrokimia milik konglomerat Prajogo Pangestu, yakni PT Chandra Asri Pacific Tbk atau TPIA, menjadi salah satu yang paling disorot. Perseroan membagikan dividen tunai sebesar Rp6,07341 per saham dengan estimasi dividend yield sekitar 0,3 persen.
Selain itu, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) juga menarik perhatian investor setelah mengumumkan dividen sebesar Rp28 per saham dengan dividend yield mencapai sekitar 8,5 persen.
Beberapa emiten lain yang turut memasuki masa cum date dividen antara lain PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dengan dividen Rp103,3 per saham dan yield sekitar 6,3 persen.
Kemudian terdapat pula PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Ecocare Indo Pasifik Tbk (HYGN), serta PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) yang turut membagikan dividen kepada pemegang saham.
Pelaku pasar menilai kombinasi sentimen dividen dan stabilnya pergerakan pasar domestik menjadi faktor utama yang menopang penguatan IHSG pada awal pekan ini.





